"Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak" (Ar-Rahman: 37)





















Tawassul

Yaa sayyid as-Saadaat wa Nuur al-Mawjuudaat, yaa man huwaal-malja’u liman massahu dhaymun wa ghammun wa alam.Yaa Aqrab al-wasaa’ili ila-Allahi ta’aalaa wa yaa Aqwal mustanad, attawasalu ilaa janaabika-l-a‘zham bi-hadzihi-s-saadaati, wa ahlillaah, wa Ahli Baytika-l-Kiraam, li daf’i dhurrin laa yudfa’u illaa bi wasithatik, wa raf’i dhaymin laa yurfa’u illaa bi-dalaalatik, bi Sayyidii wa Mawlay, yaa Sayyidi, yaa Rasuulallaah:

(1) Nabi Muhammad ibn Abd Allah Salla Allahu ’alayhi wa alihi wa sallam
(2) Abu Bakr as-Siddiq radiya-l-Lahu ’anh
(3) Salman al-Farsi radiya-l-Lahu ’anh
(4) Qassim ibn Muhammad ibn Abu Bakr qaddasa-l-Lahu sirrah
(5) Ja’far as-Sadiq alayhi-s-salam
(6) Tayfur Abu Yazid al-Bistami radiya-l-Lahu ’anh
(7) Abul Hassan ’Ali al-Kharqani qaddasa-l-Lahu sirrah
(8) Abu ’Ali al-Farmadi qaddasa-l-Lahu sirrah
(9) Abu Ya’qub Yusuf al-Hamadani qaddasa-l-Lahu sirrah
(10) Abul Abbas al-Khidr alayhi-s-salam
(11) Abdul Khaliq al-Ghujdawani qaddasa-l-Lahu sirrah
(12) ’Arif ar-Riwakri qaddasa-l-Lahu sirrah
(13) Khwaja Mahmoud al-Anjir al-Faghnawi qaddasa-l-Lahu sirrah
(14) ’Ali ar-Ramitani qaddasa-l-Lahu sirrah
(15) Muhammad Baba as-Samasi qaddasa-l-Lahu sirrah
(16) as-Sayyid Amir Kulal qaddasa-l-Lahu sirrah
(17) Muhammad Bahaa’uddin Shah Naqshband qaddasa-l-Lahu sirrah
(18) ‘Ala’uddin al-Bukhari al-Attar qaddasa-l-Lahu sirrah
(19) Ya’quub al-Charkhi qaddasa-l-Lahu sirrah
(20) Ubaydullah al-Ahrar qaddasa-l-Lahu sirrah
(21) Muhammad az-Zahid qaddasa-l-Lahu sirrah
(22) Darwish Muhammad qaddasa-l-Lahu sirrah
(23) Muhammad Khwaja al-Amkanaki qaddasa-l-Lahu sirrah
(24) Muhammad al-Baqi bi-l-Lah qaddasa-l-Lahu sirrah
(25) Ahmad al-Faruqi as-Sirhindi qaddasa-l-Lahu sirrah
(26) Muhammad al-Ma’sum qaddasa-l-Lahu sirrah
(27) Muhammad Sayfuddin al-Faruqi al-Mujaddidi qaddasa-l-Lahu sirrah
(28) as-Sayyid Nur Muhammad al-Badawani qaddasa-l-Lahu sirrah
(29) Shamsuddin Habib Allah qaddasa-l-Lahu sirrah
(30) ‘Abdullah ad-Dahlawi qaddasa-l-Lahu sirrah
(31) Syekh Khalid al-Baghdadi qaddasa-l-Lahu sirrah
(32) Syekh Ismaa’il Muhammad ash-Shirwani qaddasa-l-Lahu sirrah
(33) Khas Muhammad Shirwani qaddasa-l-Lahu sirrah
(34) Syekh Muhammad Effendi al-Yaraghi qaddasa-l-Lahu sirrah
(35) Sayyid Jamaaluddiin al-Ghumuuqi al-Husayni qaddasa-l-Lahu sirrah
(36) Abuu Ahmad as-Sughuuri qaddasa-l-Lahu sirrah
(37) Abuu Muhammad al-Madanii qaddasa-l-Lahu sirrah
(38) Sayyidina Syekh Syarafuddin ad-Daghestani qaddasa-l-Lahu sirrah
(39) Sayyidina wa Mawlaana Sultan al-Awliya Sayyidi Syekh ‘Abd Allaah al-Fa’iz ad-Daghestani qaddasa-l-Lahu sirrah
(40) Sayyidina wa Mawlaana Sultan al-Awliya Sayyidi Syekh Muhammad Nazhim al-Haqqaani qaddasa-l-Lahu sirrah

Syahaamatu Fardaani
Yuusuf ash-Shiddiiq
‘Abdur Ra’uuf al-Yamaani
Imaamul ‘Arifin Amaanul Haqq
Lisaanul Mutakallimiin ‘Aunullaah as-Sakhaawii
Aarif at-Tayyaar al-Ma’ruuf bi-Mulhaan
Burhaanul Kuramaa’ Ghawtsul Anaam
Yaa Shaahibaz Zaman Sayyidanaa Mahdi Alaihis Salaam 
wa yaa Shahibal `Unshur Sayyidanaa Khidr Alaihis Salaam

Yaa Budalla
Yaa Nujaba
Yaa Nuqaba
Yaa Awtad
Yaa Akhyar
Yaa A’Immatal Arba’a
Yaa Malaaikatu fi samaawaati wal ardh
Yaa Awliya Allaah
Yaa Saadaat an-Naqsybandi

Rijaalallaah a’inunna bi’aunillaah waquunuu ‘awnallana bi-Llah, ahsa nahdha bi-fadhlillah .
Al-Faatihah













































Mawlana Shaykh Qabbani

www.nurmuhammad.com |

 As-Sayed Nurjan MirAhmadi

 

 

 
NEW info Kunjungan Syekh Hisyam Kabbani ke Indonesia

More Mawlana's Visitting











Durood / Salawat Shareef Collection

More...
Attach...
Audio...
Info...
Academy...
أفضل الصلوات على سيد السادات للنبهاني.doc.rar (Download Afdhal Al Shalawat ala Sayyid Al Saadah)
كنوز الاسرار فى الصلاة على النبي المختار وعلى آله الأبرار.rar (Download Kunuz Al Asror)
كيفية الوصول لرؤية سيدنا الرسول محمد صلى الله عليه وسلم (Download Kaifiyyah Al Wushul li ru'yah Al Rasul)
Download Dalail Khayrat in pdf





















C E R M I N * R A H S A * E L I N G * W A S P A D A

Selasa, 25 November 2008

Nur Muhammad sallaLlahu ´alayhi wa sallam, Satu Sholawat Akan Menyelamatkanmu

Source :
http://groups.yahoo.com/group/mencintai-islam/message/8822

Nur Muhammad sallaLlahu ´alayhi wa sallam, Satu Sholawat Akan Menyelamatkanmu

Nur Muhammad sallaLlahu ´alayhi wa sallam,
Satu Shalawat Akan Menyelamatkanmu
Mawlana Shaykh Muhammad Hisham Kabbani
8 Februari 2006, Oakland, USA


A`udzu billahi min ash-shaytaan ir-rajim
Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahim . Nawaytu'l-arba`in,
nawaytu'l-`itikaaf, nawaytu'l-khalwah,
nawaytu'l-riyaada, nawaytu's-suluk, nawaytu'l-`uzlah
lillahi ta`ala fu hadha'l-masjid Ati` Allah wa ati`
ar-Rasula wa uli 'l-amri minkum

"Patuhi Allah, patuhi Nabi dan patuhi mereka yang
memiliki otoritas" adalah topik dalam setiap nasehat
karena kita selalu berada dalam pengawasan. Karena
kita berada dalam pengawasan, kita harus selalu patuh.
Pengawasan ini bukan hanya dari Negara, tetapi kita
berada di level pengawasan tertinggi. Allah swt selalu
mengawasi kita dan Allah swt memerintahkan para
malaikat untuk menulis apakah yang kita berbuat baik
atau buruk. Dan tidak hanya menuliskan saja, tetapi
seperti yang kita tahu dalam teknologi terbaru mereka
memiliki perekaman video. Dan perekaman video
mempunyai gambar dan suara.

Lalu tanyalah pada diri kita sendiri, apakah
videotape, kamera dan audio tape dapat menulis? Karena
disebutkan dalam Kitab Suci Al Qur'an bahwa yang
menuliskan tingkah laku kita adalah malaikat. Tingkah
laku baik dan buruk kita. Dalam bahasa apa mereka
menuliskannya? Apakah mereka menulis menggunakan
tangan? Apabila seseorang di Hari Perhitungan
berkata,"Saya tidak melakukan itu," jika dengan
tulisan setiap orang dapat berkelit dengan mengatakan
"Saya tidak melakukan itu." Namun dengan audio, akan
lebih baik. Ini cara lain dalam penulisan dengan
menggunakan energi panjang gelombang.

Dalam perekaman audio, sebagian orang mungkin bisa
mengatakan bahwa itu bukan suara saya. Itulah mengapa
di pengadilan tidak menerima perekaman audio.
Perekaman video berbeda. Perekaman dilakukan dengan
sebuah penjang gelombang yang dapat memperlihatkan
gambar juga. Jadi, saat gambar dan suara kalian ada
tampak. Dapatkan kalian berkata,"Tidak, itu bukan
saya?" Saat teknologi semakin berkembang, mereka dapat
membuat mulut saya berbicara senyata surat, bukan?
Kemungkinan itu ada. Berarti tidak ada kemungkinan
perekaman video dan audio palsu.

Jadi, apa jenis penulisan yang dilakukan oleh para
malaikat? Apakah jenis teknologi yang dimiliki
malaikat? Kita harus bertanya ke Profesor apakah ada
teknologi yang lebih tinggi dimana tak satupun yang
dapat memanipulasi hasil perekaman? Apakah ada cara
agar manusia tidak dapat mengubahnya? Kita tidak tahu.
Mungkin saja setiap datang teknologi baru mereka juga
mempunyai teknologi lain yang dapat digunakan untuk
memanipulasinya. Tapi tidak ada yang dapat mengubah
apa yang telah malaikat tuliskan.

Malaikat memiliki bahasa tersendiri. Malaikat
mempunyai teknologi sendiri yang Allah SWT telah
berikan kepada mereka dan hal itu tidak dapat
dijelaskan. Malaikat dapat membawa kalian kembali ke
suatu masa dalam hidup kalian, seperti sebuah teater,
dengan memperlihatkan hasil rekaman perbuatan kalian
dan itu adalah benar adanya. Apa saja yang kalian
perbuat pada masa itu, apakah itu baik atau buruk dan
semuanya akan diperlihatkan. Apabila kalian berlaku
buruk akan diperlihatkan seperti berada dalam suatu
pertunjukkan teater dan semua orang melihat.

Begitu pula bila kalian berlaku baik. Tidak berkurang
sedikitpun. Semuanya diperlihatkan dengan sangat detil
dan malaikat sebagai saksi, 2 malaikat, satu dikanan
dan satu dikiri yang melihat semua perbuatan kita.
Malaikat tersebut tidak hanya merekam semuanya namun
mereka pun melihat semuanya. Allah membuat mereka
memiliki kemampuan seperti itu.

Merekalah notarisnya. Mereka seperti notaris umum yang
mencatat semua yang mereka rekam. Jadi, apakah jenis
bahasa yang Allah berikan kepada malaikat sehingga
hasil rekaman tidak dapat berubah dan di Hari
Perhitungan rekaman tersebut akan dibawa dihadapan
semua manusia? Berarti itu adalah pengamatan tingkat
tinggi, tidak seperti pengamatan Negara, yang
mengamati kemana kalian pergi dan datang. Itulah
tingkat pengamatan yang sangat tinggi dari para
malaikat.

Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam bersabda,"Aku
mengamati setiap perbuatan Umatku." Artinya, "Aku
mengamati dan melihat apa yang mereka lakukan dan
merekamnya." Renungkan kebesaran Rasulullah ketika
beliau berkata,"Bila perbuatan umatku baik, Aku akan
berdo'a kepada Allah dan bila perbuatan umatku buruk
Aku akan memohon pengampunan bagi mereka." Berarti
"Aku akan menghapus apapun yang malaikat
tuliskan/rekam.

Teknologi surga yang telah Allah berikan padaku lebih
tinggi daripada yang dimiliki malaikat dimana tidak
akan melupakan walaupun hanya satu koma atau satu poin
dari yang malaikat rekam." Rasulullah sallaLlahu
´alayhi wa sallam dengan teknologi beliau punya akan
mampu menghapus apapun yang malaikat akan rekam. Itu
berarti bahwa teknologi Rasulullah jauh lebih canggih
dari teknologi malaikat manapun.

Itulah mengapa beliau berkata,"Ana sayyidi waladi Adam
´alayhis sallam was la fakhr" –Akulah guru dari anak
Adam ´alayhis sallam dan Aku mengatakan hal ini tanpa
kebanggaan. Apakah kalian berpikir jikalau Rasulullah
akan meninggalkan Umat beliau yang rekaman amalnya
akan diperlihatkan oleh malaikat? Beliau akan malu
pada dirinya sendiri apabila itu terjadi.

Sayyidina Muhammad sallaLlahu ´alayhi wa sallam
berkata dalam hadist, pada saat Hari Perhitungan bila
ada seseorang yang selama hidupnya hidup sebagai
pendosa tapi dia percaya kepada Allah dan Nabi –kalian
dapat melihat orang-orang yang mengaku Muslim, mereka
percaya tapi tidak mematuhi kewajiban dalam Islam- di
Hari Perhitungan ketika orang tersebut datang ke
hadapan al-mizan, Timbangan Amal, Allah swt akan
bertanya padanya, dan memerintahkan mizan menimbang
amalnya. Al-rahman `allam al-quran...was-sama rafa`ha
wa wada`a al-mizan .

Yang Maha Pengasih sama seperti yang diajarkan dalam
Al Qur'an ayat 55:1. Firman Allah dalam Al Qur'an ayat
55:7,"Langit ditinggikanNya dan neraca (keadilan)
diletakkanNya."

Perhatikan kebesaran Allah swt. Itulah pernyataan/
manifestasi dari asmaul husna "Ar-Rahman" seperti
pancuran manifestasi itu sendiri. Manifestasi selalu
datang laksana air mancur, setiap manifestasi selalu
menghasilkan manifestasi lanjutan yang kesemuanya
berasal dari Atribut. Setiap manifestasi yang datang,
maknanya berkurang dari manifestasi sebelumnya. Di
setiap kesempatan Dia dalam manifestasi Wujud berbeda.
Shaan tidak dibawah Dunya. Shaan artinya urusan Dunya.
Tapi tidak berarti bahwa setiap hari Dia memiliki
urusan baru terhadap apa yang Dia lakukan dimana-mana.
Namun itu memiliki arti bahwa setiap kesempatan, Wujud
laksana air mancur yang merupakan manifestasi dengan
Atribut tersembunyi dalam Wujud. Tidak seorangpun
mengerti itu sebelumnya. "Aku adalah hal yang sangat
berharga dan Aku ingin dikenal sehingga Aku
menciptakan."

Jadi ciptaan tetap bermunculan dari Atribut
tersembunyi dalam Wujud, dari Huwa, disuatu posisi
yang kita tidak bisa tahu, tapi di situasi, yang kita
juga tidak bisa katakan bagaimana, Atribut
menciptakan, mereka bukan makhluq, mereka kuno; mereka
bersama Wujud, mereka menjelaskan Wujud, mereka azali,
mereka kekal, pendahulu, abadi, bukan makhluq. Kita
adalah makhluq. Tapi Al Qur'an bukan makhluq, Kata
Kuno milik Allah -Kalamullah al-qadeemi . Dari Wujud
Qur'an berasal, dari Pernyataan Indah Nama Ar-Rahman,
Al Qur'an bagaikan kasih bagi semua orang, jadi
seluruh Al Qur'an berasal dari manifestasi satu
Atribut.

Apakah yang kalian pikirkan tentang Atribut Pengasih
yang datang sebagai manifestasi, dimana manifestasi
itu berasal dari Atribut-kah? Arti dari ar-Rahman tak
terhingga. Sebagai contoh, jika kita katakan ada satu
manifestasi dari salah satu Atribut memperlihatkan
diri, tetap saja muncul pengertian berbeda-beda dan
setiap manifestasi menjelaskan dirinya sendiri
terhadap manifestasi sebelumnya. Manifestasi pertama
yang muncul dapat merupakan awal dari pengetahuan yang
diambil dari manifestasi kedua dan manifestasi kedua
diambil dari manifestasi ketiga. Itulah untuk sebuah
Atribut, untuk satu Nama Allah.

Sang Wujud, berarti Dhatullah dimana tidak seorangpun
kecuali Allah swt, seperti sebuah pancuran dari
Atribut tak terhingga yang muncul untuk dijelaskan;
seperti Wujud dalam Mi'raj Rasulullah yang jalannya
semakin tinggi, tinggi dan tinggi. Jadi, dari itulah
pengertian satu Atribut. Ar-Rahman `allama al-quran.
Apakah yang kalian pikirkan tentang kejadian
setelahnya, ketika Nama Indah mewujud dalam cara
berbeda, apa yang kalian dapatkan? Hanya Rasulullah
sallaLlahu ´alayhi wa sallam yang mengerti.

Dari sanalah `allam al-Qur'an, dari sanalah rahman,
pemahaman pertama dari Atribut pertama yang telah
dijelaskan kepada Rasulullah, dari sanalah berasal
semua penciptaan, khalaq al-insan. Semua bermula dari
manifestasi pertama yang terjadi pada kesempatan
pertama juga. Bagaimanakah dengan manifestasi kedua,
ketiga atau keempat? Apalagi yang akan muncul? Apakah
yang dapat kita katakan tentang hal tersebut?

Semua datang dari Atribut yang pertama kali muncul,
ar-Rahman, salah satu perwujudan dari Nama Allah,
hanya dari satu Nama saja. Kita melihat `allam
al-Qur'an telah mengajarkan manusia. Mengajarkan
tentang ilmu pengetahuan alam dan setiap pengetahuan,
kemudian gerakan matahari dan bulan, adanya
penghitungan akan setiap gerakan keduanya dan
bagaimana matahari dan bulan bergerak. Dan as-samai
wash-shajara yasjudaan. Begitu pula dengan alam
semesta dan pepohonan. Dimana ada tumbuhan berarti ada
kehidupan.

Setiap manusia hidup dalam sajda, dalam keterbatasan.
Sama, surga yang Dia naikkan dan letakkan secara
seimbang. Ala tatghaw fil meezan . Bukan bermaksud
salah mengartikan timbangan. "Jangan salah pakai"
kalimat ini hanya untuk manusia. Jangan pula salah
gunakan alam semesta; agar dunia tidak berguncang.
Dengan satu manifestasi dari ar-Rahman seluruh dunia
tidak berguncang. Dan hal ini berlanjut dalam semua
surat ar-Rahman. Dan kalian akan melihat bahwa semua
penciptaanNya berasal dari satu Nama itu –satu
manifestasi dari Atribut.

Berapa banyak manifestasi yang ada atau yang berada
dalam zona kehidupan kita, masa depan dan masa
sekarang dari ismullah ar-Rahman? Dapatkah kalian
bayangkan? Dan apa sajakah yang akan muncul darinya?
Hanya satu manifestasi dan apa yang akan muncul dari
satu manifestasi tersebut?

Dengan semua itu kita membawa "Dia mengajarkan Qur'an"
dari satu Atribut, Dia mengajarkan Qur'an. Inilah
kenapa Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam
bersabda,"Aku mengamati kalian; jika Aku melihat
kalian berbuat baik Aku akan berdo'a kepada Allah dan
jika Aku melihat kalian berbuat buruk Aku akan
mengucap istighfaar." Artinya "Aku akan menghapus
semuanya. Jangan khawatirkan apa yang telah malaikat
tulis. Allah memberikanku shafa`a. Itulah sebabnya
mengapa para pendosa di Hari Perhitungan akan
mendatangi Rasulullah. Apabila orang itu pernah
mengucapkan " Allahuma salli `ala Sayyidina
Muhammad(s)" hanya satu kali shalawat itu terucap
selama masa hidupnya.

Apakah kalian meragukan bahwa Muslim atau penganut
kepercayaan lain yang pernah mengucap satu shalawat
kepada Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam satu
kali saja meskipun dengan tidak sengaja? Bahkan
seorang penganut kepercayaan lain tidak akan mau
kembali ke level tersebut. Sebagai contoh bila orang
tersebut membaca sebuah buku dan disamping Nama
Rasulullah tertulis " sallaLlahu ´alayhi wa sallam";
itu sudah cukup baginya. Itu akan menjadi cahaya yang
datang ke dalam hatinya bagi orang tersebut dan dimasa
mendatang akan membimbingnya untuk mengucap syahadat.

Jadi pada Hari Perhitungan berdasarkan GrandShaykh
Abdullah, bahwa ada sebuah hadist Rasulullah
sallaLlahu ´alayhi wa sallam yang menyatakan
Rasulullah akan berdiri disamping Mizan, dan
meletakkan amalan buruk ditimbangan sebelah kiri. Dan
jika orang itu tidak memiliki amalan baik, maka
malaikat sebelah kanan timbangan akan berkata,"Dia
tidak punya apa-apa." Dan orang itu hanya memiliki
satu amalan baik saja yaitu satu buah salawat `ala
an-Nabi saw .

Apakah yang akan terjadi bila amalan buruk lebih
berat? Ya Allah – api neraka. Tetapi orang itu
mempunyai satu shalawat. Apa yang Rasulullah katakan?
Man salla `alayya marratan, sall-Allahu `alayhi
`ashara . Saat dia mengucap shalawat kepada
Rasulullah, Allah swt akan menambahkan shalawat
tersebut 10 kali. Menurut kalian bagaimanakah shalawat
Allah swt? Dapatkah kegelapan datang di shalawat
tersebut? Itu shalawat surga.

Sepuluh shalawat datang dari surga. Shalawat yang
kuat, bila kalian menghitung kekuatan shalawat semua
manusia dari Adam ´alayhis sallam hingga Hari
Perhitungan dan diletakkan dalam mizan dengan satu
shalawat dari Allah dan para malaikat di sisi
timbangan satunya, lalu apakah semuanya tetap berdosa?
Ketika timbangan amal buruk lebih berat dan diletakkan
satu shalawat (disisi kanan timbangan) tiba-tiba
timbangan tersebut akan naik.

Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam akan
mengucap," alaa tastahi?" "Tidakkah kamu merasa
malu?". Tiba-tiba timbangan/mizan gemetar dan amalan
buruk beterbangan. Seperti jika kalian memukul salah
satu sisi timbangan dimana disisi kiri timbangan
berisi makanan dan sisi kanan dihentakkan, apa yang
terjadi? Isinya akan terbang dan menghilang.

Ya Allah, jangan khawatir, pergilah ke surga."
Selesai. Kekuatan itu yang dikaruniai Allah swt kepada
Sayyidina Muhammad sallaLlahu ´alayhi wa sallam .
Darimana datangnya semua itu? Dari manifestasi
ar-Rahman kepada Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa
sallam disuatu waktu. Semua pengetahuan tersebut
berasal dari satu manifestasi. Bagaimana bila 2 kali
manifestasi atau 3? Kita tak tahu. Allah memiliki 99
Nama dan seperti yang semua orang ketahui Dia memiliki
lebih dari 99 Nama.

Setiap Nama dalam suatu waktu akan termanifestasi.
Jadi, Allah swt mengawasi dan memberikan otoritas
kepada Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam untuk
mengawasi demi kebaikan kita. Bukan mengawasi kemudian
akan diberikan hukuman. Allah mengetahui bahwa kita
hamba yang lemah. Kita tidak dapat melakukan kewajiban
yang harus dikerjakan. Allah swt telah memberikan
otoritas untuk menunjukkan,"Kau berlari meninggalkan
Aku, tetapi Aku berlari mendahuluimu."

Kami tidak kembali menjelaskan tentang hijrah dari
Mekkah ke Madinah. Namun Rasulullah sallaLlahu ´alayhi
wa sallam dalam setiap gerakan tubuhnya, Grandshaykh
memberitahukan, bila Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa
sallam hanya menggerakkan jari beliau, setidaknya ada
12.000 lautan pengertian dan kebijaksanaan mengapa
beliau menggerakkannya. Jika beliau menggerakkan
kepala setidaknya ada 12.000 lautan penjelasan.

Setiap gerak-gerik beliau dalam kehidupan ini dan di
alam barzakh, berarti ada pancuran pengetahuan yang
timbul, kita tidak tahu tentang apa saja. Jadi mengapa
Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam memiliki
kebijaksanaan untuk hijrah dari Mekkah ke Madinah?
Mengapa beliau memerintahkan seseorang untuk tidur di
tempat tidur beliau ketika kaum quraisy bersekongkol
akan membunuh Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam?
Bahkan bila seluruh dunia berkonspirasi melawan
Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam tetap tidak
ada satupun dapat mengambil nyawa beliau, hidup beliau
di Tangan Allah. Tuhan beliau mengirim Jibril ke
hadapan Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam dan
bertanya, "Apakah anda ingin pergi?" Keputusan
tersebut diberikan kepada beliau.

Mereka membuat panas dunia dengan cemooh sebuah
kartun. Apa! Hanya untuk cemooh? Dengan tidak
mengikuti Sunnah Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa
sallam justru menunjukkan kita benci Rasulullah
sallaLlahu ´alayhi wa sallam. Dengan tidak mengikuti
Sunnah Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam kita
memproduksi dan membuat karakter liar dalam bentuk
kartun, sebuah karikatur Rasulullah sallaLlahu ´alayhi
wa sallam . Setan mempermainkan kita semua.

Semua orang baru terlompat saat ada orang memuat
kartun tersebut. Lompat boleh, tapi mengapa lompat
saat kalian membuat kartun melawan Sunnah Rasulullah?
Beliau berkata,"Siapa pun yang menghidupkan kembali
Sunnahku pada masa dimana banyak orang melupakannya,
akan mendapat ganjaran sebesar 70 pahala syahid. Apa
yang kita lakukan? Siapa yang mencintai Rasulullah dan
mengikuti Sunnah Rasulullah? Tidak ada.

Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam, dalam setiap
gerak-geriknya ada hikmah tersembunyi. Hikmah untuk
hijrah dari Mekkah ke Madinah, pasti ada hikmah yang
besar sekali. Ketika kaum quraisy berkomplot beliau
bertanya,"Siapakah sukarelawan yang akan tidur
ditempat tidurku?" Siapa orang itu? Sayyidina Ali.
Bersama siapakah beliau pergi? Beliau membawa serta
Sayyidina Abu Bakar. Dan mengapa Sayyidina Ali rela
menggantikan? Kita akan membahasnya lain waktu.

Perhatikan bagaimana fisik dan spiritual kita memahami
apa yang kelak datang bersamaan dalam abad ini. Semua
dikatakan oleh Mawlana Syakh, Mawlana Shaykh Nazim dan
Grandshaykh berkata bahwa yang akan datang bersamaan
seperti kepingan puzzle yang datang bersamaan. Kita
harus mengatasi waktu dan keabadian agar dapat
memahami arti dari hadir dan nadhir dalam mengerti
bagaimana Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam
melihat semua dan apa yang akan terjadi dan oleh
karena sebagai Nabi yang merupakan cahaya Allah dan
semua itu memancar dari an-nur al-Muhammadi . Dan
seluruhnya berasal dari Ism ar-rahman.

Sekali kita mengerti bahwa cahaya tersebut abadi semua
akan menjadi nyata. Kita hidup dalam dunia
elektromagnetik. Dari computer ke satelit ke… dan
kesemuanya elektromagnetik berbasis gelombang. Dan ini
ditunjukkan bahwa seluruhnya dalam bentuk gelombang
sampai kita mengerti dan menyaksikan sendiri.

Artinya penciptaan ini telah ada sebelumnya. Saat kita
menyaksikan sebuah pola gelombang mengubah karakter
dan menjadi sebuah partikel yang bergerak pada
kecepatan cahaya, dan menjadi permanen, tak dibatasi
waktu. Ketika kita berniat, niat dalam hati, sebuah
gelombang mengubah pola energi elektromagnetik yang
berinteraksi dengan hati, gelombang itu selalu ada
dihati setiap waktu. Inilah dasar dari fisika dan
mekanik. Sebagai manusia, kita akan merekam apa yang
kita lihat. Begitupun saat kita menginginkan sesuatu.
Keinginan tersebut akan direkam.

Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam adalah sumber
cahaya sehingga bagi beliau tak ada awal dan akhir.
Kita harus belajar untuk memahami kerangka awal dan
akhir. Kita harus keluar dari kerangka waktu ke tanpa
waktu (keabadian). Kita harus memahami subjek dan
obyek. Dalam keabadian subyek dan obyek menjadi satu.
Kesemuanya saling mengait seperti kepingan puzzle dan
kesatuan ini nantinya menjadi indah dan lengkap.

Nabi bersabda dalam hadist suci bahwa Allah berfirman,
'La tasub ad-dahr, ana ad-dahr.' Atau "Jangan mengutuk
waktu, karena Akulah Sang Waktu." Jika aku
berkata,"Aku tidak ada." Apakah semua orang dapat
mengerti? Jika aku berkata,"Kamu tidak ada," apakah
kamu bisa mengerti dan menerimanya? Kita semua
mengerti bahwa Allah Ada dan kita ada hanya
'kemungkinan'.

Radiasi dari perjalanan dalam kecepatan cahaya. Jika
saya memoto kalian dalam gelap, foto itu adalah
radiasi kalian. Radiasi tersebut mencakup alam
semesta, matahari, bulan, galaksi. Ketika aku dan
kalian menyaksikan radiasi tersebut, kita akan
menyaksikannya berubah ke bentuk partikel. Itulah
mekanika quantum. Sekarang saat radiasi mengubah
karakternya dari gelombang ke partikel, partikel
bergerak dalam kecepatan cahaya, dan hal tersebut
menjadikannya tidak bergantung pada waktu.

Dari sini partikel menjadi tidak ada awal dan akhir;
dan akan terus begitu sepanjang waktu. Ketika para
malaikat merekam yang kita saksikan dalam hati kita,
perbuatan kita, dll maka itu merupakan persimpangan
antara ruh dengan ciptaan Allah. Ketika saya melihat
kamu, lalu perekaman terjadi dan realitas pun berubah.
Saat saya merasa cinta atau benci pun akan terekam.
Demikianlah niat tidak terkekang waktu dan tetap
merekam sampai Hari Perhitungan.

Cahaya Muhammad sallaLlahu ´alayhi wa sallam, nuri
Muhammadi, adalah cahaya keberadaan. Itu sebuah
pernyataan dan saya akan menjelaskannya. Apa itu
keberadaan? Agar sesuatu itu ada maka memerlukan 3
karakteristik, berdasarkan salah satu Grandshaykh kita
yaitu, Shaykh Ahmad Sirhindi. Apa sajakah itu? Sesuatu
itu harus memiliki cahaya, memiliki kekuatan dan harus
memiliki pengetahuan. Hanya Allah memiliki cahaya,
pengetahuan dan kekuatan. Kata wajha diterjemahkan
oleh murid sebagai Wajah dapat berarti juga ada. Kita
ada dibasis kemungkinan kita ada, karena kita
dianugerahi sedikit cahaya, pengetahuan dan kekuatan,
dan itu tetap kemungkinan karena ketiga hal itu
diberikan pada kita dan bukan milik kita.

Saat ruh yang merupakan bagian dari Allah menyaksikan
sesuatu atas ijin Allah, karena telah dianugerahi Nuri
Muhammadi, seperti analogi diberikan oleh Syakh Nazim
dan Grandsyakh Abdullah. Waktu seperti seekor ikan
berenang di samudera. Bayangkan bila ikan ini
mempunyai 2 baterai yang dibawa kemana-mana. Ikan
berenang dan memiliki sebuah cahaya didepannya. Ikan
tidak dapat melihat apapun sampai cahaya menerangi.
Sampai ruh menerangi sesuatu kalian tidak dapat
melihat. Ikan tersebut, anggap saja sebagai ruh,
terapung dalam ciptaan Allah dilingkupi Takdir dan
Ilmu Allah.

Cahaya yang membuat ikan dapat melihat adalah Nuri
Muhammadi . Apabila cahaya tersebut pergi, maka ruh
akan buta, tidak dapat melihat apapun. Grandshaykh
berkata bahwa satu bagian dari cahaya kita adalah
an-Nur al-Muhammadi dan bagian lain dari Allah;
sebenarnya semua cahaya berasal dari Allah bahkan
sumber cahaya Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam
dari Allah. Artinya Rasulullah yang pertama kalinya
diciptakan. Dari sifat Allah swt yang Maha Pengasih
mengalir satu sinar terang benderang dan yang keluar
dari satu sinar tersebut ialah Nama Muhammad
sallaLlahu ´alayhi wa sallam dan cahaya tersebut
mengeluarkan cahaya lagi yang kemudian membentuk tujuh
surga. Dari keluar lagi satu cahaya –yang berasal dari
7 surga- yang membentuk langit dan surga. Itulah
suratan takdir.

Ini berarti Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam
hadir dan nadhir sejak waktu yang sangat lama.
Sehingga Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam ada
saat semua diciptakan dengan cahaya keberadaan.
Artinya cahaya pengetahuan dan kekuatan memancar dari
Rasulullah dan bagi beliau tidak terbatas waktu dan
umur. Jadi, Isra dan Mi'raj benar-benar terjadi. Bagi
beliau waktu tidak dapat diingat lagi. Beliau
bepergian dengan kecepatan cahaya. Beliau sedang tidur
dan ketika kembali dari perjalanan ke surga, tempat
tidurnya masih hangat.

Karena itu kita sebagai murid harus berusaha berpikir
diluar waktu. Kita terperangkap oleh waktu; hari ini,
kemarin dan besok. Subyek dan obyek. Tidak ada subyek
dan obyek. Yang ada ruh dengan cahaya pengetahuan dan
kekuatan, yang keberadaannya pun masih mungkin ada,
mungkin tidak. Itulah persimpangan dan saat terjadi
persimpangan pun direkam. Bahkan saat seekor semut
berjalan dimalam hari di atas sebuah batu atau kita
melihat sesuatu dengan mata yang jahat, semua direkam.
Semuanya tidak dibatasi waktu begitu pula dengan Hari
Perhitungan. Kita perlu untuk berpikir dalam paradigma
dan kerangka yang tidak dilingkupi waktu. Rasulullah
tidak termasuk dalam waktu dan beliau abadi.

Allah menjelaskan Rasulullah sebagai rahmat. Dari
Rahman menjadi rahmat. Dari rahmat terjadilah semua
ciptaan, penciptaan manusia, sama, semuanya tidak
hanya surga. Seluruh ciptaan dengan gerak rotasi,
bernyanyi, karena dalam Kehadirat Allah, Allah
bersabda,"Kun" maka jadilah. Dan semua ciptaan sangat
berbahagia sehingga menari-nari. Jadi Rasulullah
menjadi ar-rahmah, yang muncul dari aliran ar-Rahman.
Sehingga Kehadirat Rasulullah selalu bersama kita.
Nanti, saat Hari Perhitungan beliau akan menjadi saksi
kita, karena beliau selalu bersama kita. Itulah sisi
lain dari firman Allah,"wa ma arsalnaka illa rahmatan
lil-`alamin." Kami tidak mengirim kamu kecuali sebagai
rahman bagi semua ciptaan. Banyak sekali alam semesta
selain bumi. Beliau adalah rahmat bagi seluruh alam
semesta. Dan Allah adalah ar-Rahman. Jadi, apabila
rahmat Allah turun ke bumi, Rasulullah selalu ada.

Wa min Allah at Tawfiq, Bihurmati Habib, Fatihah

wassalam,arief hamdani

Al Fatiha

 Print Halaman Ini

0 Komentar:

Poskan Komentar

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda