"Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak" (Ar-Rahman: 37)





















Tawassul

Yaa sayyid as-Saadaat wa Nuur al-Mawjuudaat, yaa man huwaal-malja’u liman massahu dhaymun wa ghammun wa alam.Yaa Aqrab al-wasaa’ili ila-Allahi ta’aalaa wa yaa Aqwal mustanad, attawasalu ilaa janaabika-l-a‘zham bi-hadzihi-s-saadaati, wa ahlillaah, wa Ahli Baytika-l-Kiraam, li daf’i dhurrin laa yudfa’u illaa bi wasithatik, wa raf’i dhaymin laa yurfa’u illaa bi-dalaalatik, bi Sayyidii wa Mawlay, yaa Sayyidi, yaa Rasuulallaah:

(1) Nabi Muhammad ibn Abd Allah Salla Allahu ’alayhi wa alihi wa sallam
(2) Abu Bakr as-Siddiq radiya-l-Lahu ’anh
(3) Salman al-Farsi radiya-l-Lahu ’anh
(4) Qassim ibn Muhammad ibn Abu Bakr qaddasa-l-Lahu sirrah
(5) Ja’far as-Sadiq alayhi-s-salam
(6) Tayfur Abu Yazid al-Bistami radiya-l-Lahu ’anh
(7) Abul Hassan ’Ali al-Kharqani qaddasa-l-Lahu sirrah
(8) Abu ’Ali al-Farmadi qaddasa-l-Lahu sirrah
(9) Abu Ya’qub Yusuf al-Hamadani qaddasa-l-Lahu sirrah
(10) Abul Abbas al-Khidr alayhi-s-salam
(11) Abdul Khaliq al-Ghujdawani qaddasa-l-Lahu sirrah
(12) ’Arif ar-Riwakri qaddasa-l-Lahu sirrah
(13) Khwaja Mahmoud al-Anjir al-Faghnawi qaddasa-l-Lahu sirrah
(14) ’Ali ar-Ramitani qaddasa-l-Lahu sirrah
(15) Muhammad Baba as-Samasi qaddasa-l-Lahu sirrah
(16) as-Sayyid Amir Kulal qaddasa-l-Lahu sirrah
(17) Muhammad Bahaa’uddin Shah Naqshband qaddasa-l-Lahu sirrah
(18) ‘Ala’uddin al-Bukhari al-Attar qaddasa-l-Lahu sirrah
(19) Ya’quub al-Charkhi qaddasa-l-Lahu sirrah
(20) Ubaydullah al-Ahrar qaddasa-l-Lahu sirrah
(21) Muhammad az-Zahid qaddasa-l-Lahu sirrah
(22) Darwish Muhammad qaddasa-l-Lahu sirrah
(23) Muhammad Khwaja al-Amkanaki qaddasa-l-Lahu sirrah
(24) Muhammad al-Baqi bi-l-Lah qaddasa-l-Lahu sirrah
(25) Ahmad al-Faruqi as-Sirhindi qaddasa-l-Lahu sirrah
(26) Muhammad al-Ma’sum qaddasa-l-Lahu sirrah
(27) Muhammad Sayfuddin al-Faruqi al-Mujaddidi qaddasa-l-Lahu sirrah
(28) as-Sayyid Nur Muhammad al-Badawani qaddasa-l-Lahu sirrah
(29) Shamsuddin Habib Allah qaddasa-l-Lahu sirrah
(30) ‘Abdullah ad-Dahlawi qaddasa-l-Lahu sirrah
(31) Syekh Khalid al-Baghdadi qaddasa-l-Lahu sirrah
(32) Syekh Ismaa’il Muhammad ash-Shirwani qaddasa-l-Lahu sirrah
(33) Khas Muhammad Shirwani qaddasa-l-Lahu sirrah
(34) Syekh Muhammad Effendi al-Yaraghi qaddasa-l-Lahu sirrah
(35) Sayyid Jamaaluddiin al-Ghumuuqi al-Husayni qaddasa-l-Lahu sirrah
(36) Abuu Ahmad as-Sughuuri qaddasa-l-Lahu sirrah
(37) Abuu Muhammad al-Madanii qaddasa-l-Lahu sirrah
(38) Sayyidina Syekh Syarafuddin ad-Daghestani qaddasa-l-Lahu sirrah
(39) Sayyidina wa Mawlaana Sultan al-Awliya Sayyidi Syekh ‘Abd Allaah al-Fa’iz ad-Daghestani qaddasa-l-Lahu sirrah
(40) Sayyidina wa Mawlaana Sultan al-Awliya Sayyidi Syekh Muhammad Nazhim al-Haqqaani qaddasa-l-Lahu sirrah

Syahaamatu Fardaani
Yuusuf ash-Shiddiiq
‘Abdur Ra’uuf al-Yamaani
Imaamul ‘Arifin Amaanul Haqq
Lisaanul Mutakallimiin ‘Aunullaah as-Sakhaawii
Aarif at-Tayyaar al-Ma’ruuf bi-Mulhaan
Burhaanul Kuramaa’ Ghawtsul Anaam
Yaa Shaahibaz Zaman Sayyidanaa Mahdi Alaihis Salaam 
wa yaa Shahibal `Unshur Sayyidanaa Khidr Alaihis Salaam

Yaa Budalla
Yaa Nujaba
Yaa Nuqaba
Yaa Awtad
Yaa Akhyar
Yaa A’Immatal Arba’a
Yaa Malaaikatu fi samaawaati wal ardh
Yaa Awliya Allaah
Yaa Saadaat an-Naqsybandi

Rijaalallaah a’inunna bi’aunillaah waquunuu ‘awnallana bi-Llah, ahsa nahdha bi-fadhlillah .
Al-Faatihah













































Mawlana Shaykh Qabbani

www.nurmuhammad.com |

 As-Sayed Nurjan MirAhmadi

 

 

 
NEW info Kunjungan Syekh Hisyam Kabbani ke Indonesia

More Mawlana's Visitting











Durood / Salawat Shareef Collection

More...
Attach...
Audio...
Info...
Academy...
أفضل الصلوات على سيد السادات للنبهاني.doc.rar (Download Afdhal Al Shalawat ala Sayyid Al Saadah)
كنوز الاسرار فى الصلاة على النبي المختار وعلى آله الأبرار.rar (Download Kunuz Al Asror)
كيفية الوصول لرؤية سيدنا الرسول محمد صلى الله عليه وسلم (Download Kaifiyyah Al Wushul li ru'yah Al Rasul)
Download Dalail Khayrat in pdf





















C E R M I N * R A H S A * E L I N G * W A S P A D A

Rabu, 24 September 2008

Penyembuhan Spiritual

Source :
http://mevlanasufi.blogspot.com/2004_03_01_archive.html

Penyembuhan Spiritual
Syaikh Muhammad Hisham Kabbani
disampaikan dalam seminar SPIRITUALITY AND HEALING IN MEDICINE II
Harvard Medical School 1997


Minat yang diperbaharui dalam metode penyembuhan spiritual hanya akan membantu lebih jauh pengobatan moderen karena kita juga menarik manfaat dari pengalaman dan pengetahuan dari para pendahulu di bidang penyembuhan yang mulia ini. Sayangnya, masalah ini telah terlalu sering diabaikan dan dikesampingkan oleh banyak dokter pada masa kini, sekalipun penyembuhan seperti ini telah berhasil diterapkan selama ribuan tahun.

Sebuah pikiran ilmiah yang tidak dibayangi oleh praduga dapat membedakan validitas dan manfaat suatu pendekatan yang komprehensif terhadap kesehatan yang meliputi penyembuhan spiritual. Profesor John Taylor dari King’s College, London menyatakan, “Sebuah penelitian ilmiah hanya dapat menyelidiki sesuatu yang sifatnya fisik saja. Masalah-masalah yang bersifat non-fisik, kemungkinannya adalah mental, spiritual, ghaib, keabadian, atau yang lainnya sejauh ini tetap tak tersentuh analisis ilmiah.”

“Tentu saja ada jalan untuk mendapatkan pengetahuan tentang pengalaman aspek non-fisik tersebut yang memberikan pandangan berguna dari sifat-sifatnya, namun hasil-hasil yang diperoleh begitu sulitnya untuk diterangkan dan dihubungkan dengan kelompok ilmu pada umumnya. Memang, belakangan ini seorang ilmuwan harus amat berhati-hati untuk menghindari bias, di sisi lain dia menjadi terlalu skeptis. Dia bahkan terang-terangan menolak mempercayai apa yang nampak di hadapannya sebab tak dapat masuk ke dalam pandangan kebendaannya akan dunia…. Ilmu pengetahuan telah demikian berevolusinya sejak seabad silam. Seharusnya ia dapat memberikan jawaban yang memuaskan. Bila tidak, metode ilmiah sungguh akan tersingkirkan dan tak akan pernah bangkit lagi.” (John Taylor, Superminds hal. 55-56)

Ilmu Pengetahuan dan Penyembuhan Spiritual

Para ahli penyembuhan spiritual itu, sebenarnya merupakan ilmuwan sejati dan mereka telah sampai pada kesimpulan bahwa di balik setiap penciptaan—baik itu sebuah atom, sel, atau pun semesta—pastilah ada Sang Maha Pencipta. Karenanya, mereka menyatakan bahwa pasien mereka dapat disembuhkan dengan cara berpaling pada Sang Maha Pencipta itu melalui do’a, dzikir dan mengingat Asma’-Nya.

Banyak ilmuwan modern menyadari bahwa bila suatu ilmu pengetahuan tidak mendidik, menginspirasikan ataupun menuju pada kesimpulan serta kesadaran, bahwa awal dan akhir, luar dan dalam dari keseluruhan, apapun yang berada di antara langit dan bumi berdenyut dengan enerji yang memberi kehidupan dari Sang Maha Pencipta, maka ilmu pengetahuan tersebut tidak dapat dikualifikasikan sebagai sesuatu yang normal.

Dr. Robert G. White, seorang ahli bedah syaraf yang terkemuka, adalah satu dari banyak ilmuwan dan dokter yang melalui penelitiannya sampai pada kesimpulan bahwa manusia bukan saja datang secara bersamaan, namun juga adalah ciptaan Sang Maha Pencipta yang Maha Mengetahui.

Beliau menulis, “Saya yakin bahwasanya otak adalah tempat tersimpannya jiwa manusia, roh… , bagi saya, praktek pengobatan, keimanan dan keagamaan saling terjalin dengan erat. Saya banyak berdo’a, terutama sebelum dan sesudah pembedahan. Saya menyadari bahwa do’a tersebut memuaskan. Saya merasakan adanya sumber kekuatan yang dahsyat di belakang yang mendukung saya, sumber yang saya perlukan dan inginkan…”

“Namun demikian, pendapat yang menyatakan bahwa hidup manusia tak lebih dari sekedar kesempatan dari sekumpulan biologi mulekular kompleks dan aktivitas elektrik, menghantam saya sebagai suatu yang menyimpang dari logika…. saya harus mempercayai bahwa semua ini memiliki awal yang cerdas, bahwa Sesuatu telah membuatnya terjadi. Saya tak dapat menerima pendapat bahwa, pada suatu titik waktu acak tertentu, material-material nyata, seperti kecerdasan, kepribadian, ingatan, dan jasad manusia terpilih secara bersamaan.

“Saya juga menemukan bahwa sesungguhnya tidak beralasan untuk menduga pada kematian otak, material-material yang nyata keberadaannya dan sangat kuat dari kecerdasan, kepribadian, dan ingatan, hilang begitu saja. Yang jauh lebih masuk akal adalah mempercayai bahwa inti dari kita adalah membebaskan diri dari suatu wadah, yaitu otak, yang tak mampu lagi untuk menopang kita dan menemukan topangan lain dalam dimensi yang baru.”

“Karena apa yang menjadi inti dari kita adalah pada kematian otak. Saya tak dapat mengira atau bahkan berspekulasi. Saya hanya dapat berkata bahwa logika tak dapat dipungkiri lagi, menuntun saya pada keimanan-keimanan bahwa keunikan, individualitas dari manusia hidup dalam konsep yang kita sebut dengan roh.” (R.G. White, M.D. Thought of a Brain Surgeon, Readers Digest Oktober, 1978)

Sisi Ilmiah dari Penyembuhan Spiritual

Secara tradisional, aspek ilmiah dari penyembuhan spiritual telah diajarkan dan disampaikan dari satu penyembuh kepada yang lainnya dengan instruksi pribadi secara perorangan. Teknik-teknik ini telah digunakan selama berabad-abad oleh para filsuf yang arif dan para penyembuh dari berbagai penjuru dunia termasuk Jepang, Cina, Afrika Utara, Timur Tengah, Asia Tengah, dan Sub Benua India. Mereka adalah para pelopor dari penyembuhan spiritual yang menemukan dan mempraktekkan teknik-teknik yang tak disadari olah banyak ilmuwan, hingga saat ini. Pada paruh terakhir dari abad ke-20, pengetahuan spiritual ini mulai menyebar dan diajarkan secara bersamaan kepada mereka yang tertarik menggunakan teknik-teknik penyembuhan spiritual untuk mengurangi sakit serta menyembuhkan penyakit.

Proses penyembuhan spiritual meremajakan kembali gaya hidup dari tubuh dan memperkuatnya melalui beberapa titik tertentu di sekujur tubuh. Teknik spiritual tersebut menghasilkan efek neuro-fisiologis yang akan menuju pada sistem syaraf pusat untuk kemudian menghasilkan respon endokrin yang terkomposisi, yang akan mengurangi rasa sakit, menyembuhkan penyakit dari daerah yang terserang, dan lalu memberikan keseimbangan tubuh secara keseluruhan.

Kesehatan Berhubungan dengan Kebugaran Fisik dan Aktivitas.

Tubuh manusia memerlukan makanan dan minuman, namun tak semua dapat dicerna dan mereka tak semuanya menjadi bagian dari tubuh manusia. Zat gizi yang tak tercerna mengendap dan mungkin tinggal sebagai endapan dan karena tubuh tak dapat membuangnya secara alami, seiring dengan waktu, akumulasinya dapat menyebabkan berbagai penyakit. Pada mulanya, akumulasi tersebut mungkin berupa akumulasi yang terlokalisasi sebelum mereka mempengaruhi darah dan diedarkan melalui pembuluh darah ke bagian-bagian tubuh yang dapat dialiri.

Kendati pada mulanya kondisi seseorang mungkin berupa gejala masalah intestinal, seiring dengan waktu, endapan yang tertumpuk lebih banyak menjadi semakin berbahaya dan menjelma menjadi penyakit yang terlokalisasi yang mungkin saja menyebar dalam tubuh pada stadium berikutnya. Oleh karena itu penelitian mengenai patologi penyakit dan sejarah perkembangannya menjadi sangat penting.

Menyadari bahwa penyakit yang menyerang fisik menyebabkan problem intestinal, seseorang mungkin menyesuaikan dirinya dengan pemurnian yang kuat yang mengakibatkan terjadi komplikasi lebih lanjut. Sebenarnya, kebanyakan obat adalah racun dan dapat mempengaruhi dengan jalan menghilangkan bagian yang baik maupun yang rusak. Ketergantungan pada obat-obatan dapat merumitkan lebih parah lagi kondisi seseorang, Karena mereka sebenarnya panas dan bersifat interaktif. Selain itu mereka dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan kondisi pasien dan menimbulkan gejala ‘arrythmias’ (penyakit jantung berdebar), mempengaruhi ginjal dan menyebabkan berkembangnya berbagai kegagalan fungsi organ dan defisiensi. Olahraga yang cukup diperlukan untuk menyegarkan organ-organ tubuh, memudahkan aliran makanan dan zat gizi, memperlancar pencernaan, dan mencegah penimbunan-penimbunan senyawa tertentu.

Lebih jauh, pengendalian alamiah yang berdasarkan metode dari pergerakan dan kegiatan otot akan meringankan jiwa, menyegarkan pikiran, meremajakan organ-organ tubuh (rejuvenate), meningkatkan kepribadian, menguatkan otot, mencegah kakunya persendian, menguatkan tendon dan ligamen otot, mengurangi kemungkinan kesalahan fungsi sel-sel tubuh (somatic cell), dan melenyapkan hampir seluruh penyakit. Hal ini juga tergantung pada tingkat latihan fisik, keseimbangannya, kekuatan atau intensitasnya.

Pada umumnya, rutinitas yang ditujukan pada bagian tertentu akan menguatkannya, seperti halnya memfokuskan pikiran seseorang pada suatu subjek, akan menguatkan ingatannya. Oleh karena itu setiap bagian dari tubuh kita membutuhkan rutinitas tertentu. Paru-paru memerlukan latihan membaca dan levelnya dimulai dari membaca dalam hati, lalu meningkat secara perlahan-lahan dalam intensitas dan kekerasannya. Latihan mendengarkan memerlukan perhatian responsif yang teliti dengan merangsang syaraf pendengaran dan telinga, dan hal ini berkembang pada satu takaran, apakah bunyi tersebut meningkat volumenya atau menurun karena jarak atau pun intensitas dari panjang gelombang seseorang. Latihan berbicara meningkatkan kemampuan oral, disamping itu membantu pengenalan dengan pandangan fisik dan mental. Latihan mata mempertajam pandangan seseorang, memperkuat otot-otot okuler dan dalam beberapa kasus dapat memperbaiki rabun jauh dan rabun dekat. Jadi, hiking, berenang, latihan jalan cepat, berkuda, panahan, dan olah raga semacamnya adalah yang yang paling menyehatkan bagi seluruh tubuh. Melaksanakan program olahraga semacam ini bahkan dapat menyembuhkan penyakit-penyakit kronis di antaranya, seperti: anemia, penyakit-penyakit infeksi, peradangan, dan kolik.

Asal Mula dari Penyembuhan Spiritual Islami

Para penyembuh spiritual mewariskan metode yang dipergunakan oleh para utusan Allah, dan dari generasi ke generasi telah mempraktekkan metode ini hingga kini. Dalam tradisi Islam, para penyembuh memberdayakan keduanya baik pemulihan dengan obat maupun jalan spiritual. Teknik-teknik spiritual mengikuti kaidah-kaidah ilmiah yang memberdayakan enerji laten si pasien dan kekuatan yang terkandung dalam dzikir dan do’a serta itikaf-nya para Nabi, Rasul dan Awliya Allah.

Nabi Muhammad pernah menyembuhkan orang-orang melalui metode spiritual ketika beliau ditanya apakah penyembuhan itu bersumber dari obat-obatan. Beliau bersabda, ”Ya, kalian harus mencari penyembuhan dari obat, karena pada setiap penyakit yang Allah ciptakan di muka bumi ini, Dia juga telah menciptakan penyembuhnya. Namun ada satu penyakit yang Dia tidak ciptakan obatnya, yaitu usia lanjut.”

Masing-masing dan setiap ayat Al-Qur’an yang telah diresepkan memiliki daya penyembuhan yang unik yang berbeda dengan ayat-ayat lainnya. Berikut ini adalah beberapa contoh dari ayat-ayat yang digunakan dalam penyembuhan spiritual.

Enam Ayat Penyembuhan: “Ayat As-Syifa”

“Dan (Allah) akan melegakan hati orang-orang yang beriman” (At-Taubah 9: 14)“Hai Manusia, sesunguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” Yunus 10: 57

“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (An-Nahl 16: 69). “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” Bani Israil (Al-Israa) 17: 82. “Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan .” Do’a Nabi Ibrahim Asy-Syu’raa’ 26:80. “Dan katakanlah (wahai Muhammad) bahwa (Qur’an) itu adalah petunjuk dan menyembuhkan bagi orang-orang yang beriman.”

Seputar Enerji dan Bagaimana Penyembuhan Spiritual Bekerja

Penyembuhan spiritual bukanlah merupakan proses yang misterius sama sekali, melainkan sangat lugas dan terbuka, walaupun seringkali cukup kompleks. Teknik-teknik penyembuhan spiritual melibatkan medan enerji yang terdapat di sekitar kita masing-masing. Setiap orang memiliki suatu medan enerji atau suatu aura yang mengitari dan menembusi tubuh fisik. Medan ini sangat erat berhubungan dengan kesehatan manusia.

Dalam budaya yang berbeda, enerji dikenal dengan nama yang berbeda-beda. Kata ‘enerji’ mengacu kepada :Ki dalam kebudayaan Jepang. Chi dalam kebudayaan Cina, Prana dalam kebudayaan Hindu, Qudra dalam kebudayaan Arab

Enerji adalah nafas kehidupan yang dipancarkan kepada kita dari Yang Wujud, Yang Maha Perkasa dan Baqa, yang memelihara seluruh manusia beserta seluruh ciptaan-Nya. Enerji yang mengatur pola pikir dan emosi kita adalah sumber dari kekuatan hidup kita dan merupakan faktor yang menggerakkan dalam seluruh mahkluk hidup. Ia berputar melalui tubuh kita dan dapat pula digunakan sebagai kekuatan untuk penyembuhan. Itulah yang merupakan sumber dari seluruh pergerakan di dunia ini. Bila tubuh manusia kehilangan nafas kehidupan ini, maka enerji asal (atau kekuatan hidup) akan meninggalkannya, membiarkan tubuhnya untuk membusuk. Tubuhnya kembali ke asalnya yang bersifat bumi, dan rohnya kembali ke asal dari enerji rohaniah yang bersifat malaikat. Enerji ini tak pernah hilang dan tetap ada, tanpa rahasia dari sifat alamiahnya dimengerti oleh ilmu pengetahuan dan pengobatan moderen.

Enerji rohaniah yang tak diketahui ini berada di belakang kehidupan setiap tetes darah dari mahkluk yang bergerak, pergerakan di balik setiap sel hidup, dan kekuatan penggerak dari gugusan-gugusan bintang dan galaksi-galaksi. Ia membawa kekuatan yang lengkap dan sempurna yang nyata, aktif dan berkesinambungan. Gerakan dari kekuatan ini adalah asli karena tak sesuatupun dapat tumbuh atau hidup di seluruh dunia ini tanpa luput dari pengaruhnya.

Hal ini terutama dapat diterapkan di bumi, di-tempat2 yang tidak ada pepohonan, rumput, vegetasi dan benar-benar tak ada kehidupan yang dapat terwujud tanpa intervensi dari enerji yang tak nampak dan tak diketahui ini. Dengan enerji inilah sebuah tanaman kecil, dapat menyeruak di tengah gurun pasir yang demikian luasnya. Kekuatan hidup rohaniah yang energetik ini memegang organ-organ pembuluh darah, dan seluruh bagian tubuh berada di tempatnya. Bila daya hidup tubuh menghilang, maka hubungan antar organ tubuh menjadi berubah dan terganggu, yang akan mengarah kepada kesakitan, disfungsi organ dan gangguan kesehatan secara menyeluruh.

Kekuatan hidup yang bersifat enerji rohaniah tersebut menciptakan medan enerji di sekitarnya seperti magnet yang di-charger (diberi muatan) dengan kuat atau elektroda. Kekuatan ini merefleksikan enerjinya melalui sekujur tubuh manusia dan menjadi kekuatan penggerak hidup di belakang seluruh aktivitas dan prosesnya. Kekuatan hidup tersebut tidak hanya memberikan enerji kepada tubuh namun juga memberinya identitas. Seperti sebuah atom yang diberi ciri oleh susunan elektron-elektron, proton dan neutronnya—yang sekaligus merupakan komponen enerjinya - demikian pula kekuatan hidup rohaniah memberikan enerji dan identitas pada jasadnya.

Enerji penyembuhan spiritual beranalogi dengan air terjun. Bila sebuah air terjun disalurkan dengan cara yang tepat, maka kekuatannya dapat digunakan untuk menghasilkan enerji dan memberikan penerangan. Demikian pula, bila aliran darah disalurkan dengan tepat melalui sistem yang seimbang maka kekuatan penggerak dari enerji tersebut akan menguatkan enerji dari organ-organ yang lemah.

Dalam organ-organ yang kekuatan hidupnya telah melemah dan berkurang, penyembuhan spiritual akan menambah dan mengaktifkan kekuatan-kekuatan vital ini. Teknik penyembuhan spiritual memungkinkan enerji hidup untuk menyebar dengan cepat untuk mengaktifkan anggota yang sakit dan menyembuhkannya.

Fenomena yang sama juga terlihat dalam reaksi atom, di mana kekuatan yang dahsyat dibebaskan dari enerji internal atom tersebut. Enerji yang dihasilkan secara geometris meningkat, sejalan dengan atom yang diaktivasi dan berenerji menyebarkan enerjinya ke sekitarnya, membangun reaksi berantai dari pembebasan enerji.

Prinsip yang sama dari reaksi atom tersebut digunakan oleh para penyembuh spiritual untuk memusatkan dan mengaktivasi kekuatan hidup yang terdapat dalam diri si pasien. Mirip dengan cara yang digunakan ahli pengobatan kontemporer yang mengarahkan laser untuk menyembuhkan bagian tubuh yang terserang, para penyembuh spiritual mengakses reaksi berantai serupa dari enerji yang terdapat di dalam tubuh, menyalurkannya ke bagian yang terserang untuk menyembuhkan sakit dan penderitaan. Bila satu organ mulai sembuh, yang lainnya mengunakan enerji yang dibebaskan untuk mengaktivasi dan membebaskan enerji dalamnya, yang pada gilirannya akan membangun keseimbangan fisiologis dan bebas dari rasa sakit.

Tiga Fase Penyembuhan Spiritual

Gaya Universal--atau enerji kosmik--meliputi enerji-enerji dari planet-planet, bintang-bintang, serta galaksi-galaksi, dan apapun yang berada di sekitar kita yang membangkitkan medan enerji. Gaya yang menyebar ke seluruh bagian yang sangat luas ini memelihara jiwa kita, roh dan enerji dalam dari masing-masing individu dan dalam setiap makhluk hidup. Melalui proses perenungan dari penyembuhan spiritual, seseorang dapat mengakses enerji penggerak yang terdapat dalam setiap sel di dalam tubuh.

Enerji tersebut disalurkan ke korteks otak, yang merupakan pusat proses dari pikiran kita. Dari sana akan difokuskan dan disalurkan secara intens di dalam inti batang otak, yang diaktivasi dan dirangsang dengan kekuatan hidup yang sudah terfokus . Pada gilirannya, impuls dikirimkan ke sistem syaraf otonom, mengatur fungsi tubuh, memeliharanya dalam keseimbangan, dan bebas dari rasa sakit. Konsentrasi enerji di dalam otak menyusun fase pertama dari penyembuhan spiritual.

Proses ini pada gilirannya nanti akan merangsang syaraf vagus untuk mengirimkan impuls listrik ke sistem konduksi jantung ke simpul sinoatrial, melalui saluran antar simpul, melalui simpul atrioventrikular, menuruni Bundles of His, lalu keluar dari serat Purkinje, lalu ke dalam dinding miokardial untuk memulai sistol. Perpindahan enerji yang mengisi jantung ini adalah fase kedua dari penyembuhan Spiritual. Kondisi-kondisi seperti sakit dada karena kurangnya suplai darah ke jantung, gagal jantung congestive, cardiomiopathy dan tekanan darah tinggi, sebagai tambahan dari banyak penyakit jantung yang berhubungan, disembuhkan dan pasien kemudian dapat sehat kembali dan terbebas dari rasa sakit.

Enerjinya kemudian dipompakan bersamaan dengan darah keluar dari jantung melalui sistem vascular dan dikirimkan ke seluruh tubuh dalam fase ketiga dari penyembuhan spiritual Fokus utama dari fase ketiga ini adalah aorta, yang merupakan saluran bagi gelombang enerji yang penyembuh yang dibawa oleh darah.

Seiring dengan mengalirnya darah dari jantung, mula-mula dia dialirkan balik ke jantung melalui pembuluh-pembuluh arteri koroner dalam suatu reaksi rantai yang berkesinambungan dan meningkatkan enerji di dalam jantung itu sendiri, dengan cara yang mirip dengan matahari meningkatkan cahayanya melalui reaksi intinya sendiri. Siklus ini menghasilkan enerji lebih dan lebih banyak lagi, yang dituangkan keluar sistem vaskular dengan titik-titik fokus pada arteri-arteri utama, mensuplai otak melalui arteri karotid. Ia juga berjalan melewati arteri-arteri subclavian menuju ujung-ujung bagian atas, sirkulasi splanchnic menuju perut, melewati arteri-arteri renal menuju ginjal, dan melalui pembuluh-pembuluh panggul menuju ke ujung-ujung bagian bawah.

Volume tetesan darah yang besar bagaikan air terjun yang terjadi dari sungai yang amat besar menuruni sisi jurang dari sebuah gunung yang tinggi. Seluruh tumbuhan dan binatang di sekitar daerah aliran airnya menjadi terawat dan terhidupi dengan baik, dan setiap sel di dalam tubuh tersembuhkan ketika gelombang enerji rohaniah vital mencapainya.

Sebuah jantung yang sehat akan menopang tubuh yang lemah, namun bila jantungnya lemah dan berpenyakit--walaupun dalam tubuh orang yang masih muda--tubuh tak akan sehat dan berusia panjang. Karenanya, memelihara jantung menjadi prioritas pertama bagi para penyembuh spiritual. Lebih jauh lagi, memelihara otak juga merupakan prioritas penting lainnya untuk menjaga aliran pesan berfungsi dengan semestinya.

Praktisi Medis Kontemporer dan Para Para Penyembuh Spiritual

Para dokter dan ilmuwan semuanya mengenal kekuatan hidup yang tak terbilang ini, namun mereka tak dapat berinteraksi dengannya secara langsung, kecuali melalui perantaranya, yaitu jasad fisik. Untuk alasan tersebut, maka para ilmuwan melihat dengan intensif pada jasad luar dan menemukan prosedur-prosedur dan teknik-teknik untuk memelihara tubuh agar berada dalam homeostatis, mengupayakan agar kekuatan hidup vital berada dalam tubuh sebanyak mungkin dan untuk menjaga tubuh agar terbebas dari rasa sakit.

Para praktisi medis kontemporer lebih mengutamakan jasad fisik dan aspek-aspek fisiologi dari keberadaan manusia. Terapi-terapi penyakit secara garis besarnya bersifat fisik baik dalam bentuk pengobatan, perantaraan operasi, atau sebaliknya.

Para penyembuh spiritual, adalah kebalikannya, menggunakan pendekatan dari dalam terhadap penyembuhan dengan menerapkan teknik-teknik spiritual dan metode yang untuk memberdayakan enerji tubuh itu sendiri. Perbedaan antara para penyembuh spiritual dari para dokter adalah bahwa para penyembuh spiritual menyembuhkan dari dalam ke luar sedangkan para dokter dari luar ke dalam. Masing-masing mengerjakan yang baik bagi pasiennya dan keduanya bertemu di atas dasar yang sama bagi penyembuhan penyakit dan mengurangi rasa sakit dan penderitaan.

Persepsi Penginderaan Tinggi (High Sense Perception) sebagai Suatu Alat Diagnostik

Para dokter menggunakan teknik Gambaran Resonansi Magnetik (Magnetic Resonance Imaging=MRI) yang menggunakan enerji dan rangka dari atom-atom tubuh untuk menghasilkan gambaran dan informasi tentang kondisi tubuh dan proses penyakit yang potensial. Para penyembuh spiritual juga telah maju dalam model -model diagnostiknya. Satu yang terpenting adalah HSP, High Sense Perception (Persepsi Penginderaan Tinggi).

HSP adalah suatu jalan untuk mempersepsi hal-hal di luar jangkauan batas normal panca indera. Dengannya, seseorang dapat melihat, mendengar, mencium, mengecap dan menyentuh benda-benda yang secara normal tak dapat dicapai oleh indera manusia.

HSP, kadang-kadang disebut sebagai cenayang, bukanlah imajinasi belaka namun merupakan suatu jenis penglihatan di mana anda dapat meng-indera sebuah gambaran di benak anda tanpa menggunakan penglihatan normal. HSP mempertunjukkan kedinamisan dunia fluida, menginteraksikan medan enerji spiritual yang mengitari dan menembus seluruh mahkluk hidup. Enerji ini menopang kita, memelihara kita, dan memberi kita kehidupan. Kita merasakan satu sama lain dengan enerji ini, karena kita merupakan bagian daripadanya, dan ia merupakan bagian dari kita.

Dengan HSP, maka patofisiologi dari rasa sakit dan proses-proses penyakit terletak tepat di depan matanya. HSP menunjukkan bagaimana kebanyakan penyakit dimulai di medan enerji tersebut. Gangguan pada medan enerji ini disebabkan oleh waktu dan kebiasaan hidup yang tidak sehat yang lalu diteruskan ke tubuh, menjadikannya suatu penyakit yang serius. Seringkali sumber atau asal-muasal penyebab proses ini dihubungkan dengan trauma fisiologi dan/atau fisik.

Karena HSP memperlihatkan bagaimana suatu penyakit terbentuk, ia juga memperlihatkan bagaimana untuk membalik proses penyakit tersebut. Enerji-enerji spiritual dan aura-aura membantu para penyembuh spiritual dalam memformulasikan diagnosis mereka. Untuk mengembangkan HSP, amatlah penting untuk memasuki suatu tingkat kepekaan yang terasah. Ada banyak cara untuk mencapainya, namun meditasi spiritual merupakan satu cara yang cepat dikenal.

Nasma dan Meditasi

Dalam terminologi spiritual, tubuh yang non-fisik dinamakan nasma. Nasma terdapat di dalam setiap jasad fisik sebagai suatu aliran gas yang halus atau hembusan enerji yang tercipta dengan output kimiawi dari jasad fisik. Nasma tersebut hadir dalam manusia bagaikan air mawar hadir di dalam mawar atau bagaikan api dalam arang yang membara. Menjadi utama karena hubungannya dengan sumber enerji Ilahi, ia mampu mengecap tanpa menggunakan lidah, mampu melihat tanpa mata, dan mampu mendengar tanpa telinga.

Dengan menggunakan nasma, HSP dibuat tersedia bagi penyembuh spiritual. Nasma mendapatkan perawatan dari enerji esoterik yang dibebaskan bilamana kita bertindak, berfikir, atau membentuk kepercayaan atau niat. Nasma dalam manusia mampu meninggalkan jasad fisik kapan saja melalui kekuatan kemudi universal.

Bila aliran enerji spiritual terganggu atau tak cukup, maka kesehatan si pasien akan terpengaruh dengan jelek, menuju kepada rasa sakit, penyakit, tekanan, dan selanjutnya. Itulah pertanda bahwa kita perlu untuk menyeimbangkan kembali enerji kita. Suatu aliran enerji positif merawat nasma dan memelihara struktur dan pondasinya, menyeimbangkan sistem manusia tersebut. Keseimbangan ini mengarah pada meningkatnya kewaspadaan penginderaan tubuh yang pada gilirannya akan menuju pada kehidupan yang baik, mengikuti pola makan yang semestinya, dan kesenangan berolah raga. Nasma kemudian menyokong dan memelihara jasad fisik yang sehat, yang di dalamnya sistem-sistem fisika dan kimiawi tetap seimbang dan berfungsi dengan normal, sehingga menjadikan kesehatan fisik yang berlangsung selamanya.

Dalam sistem yang sehat, enerji-enerji dalam masing-masing tubuh bukan saja tetap berada dalam keseimbangan, namun juga menyokong dan mempengaruhi keseimbangan enerji dalam tubuh orang lain. Nasma mampu mempengaruhi orang lain sebagaimana sebuah magnet mempengaruhi logam yang berada di dekatnya. Enerji dari sistem yang sehat jadinya dapat menyembuhkan diri dan menumbuhkan sendiri dalam hal ia memelihara kesehatan individu sementara menguatkan kesehatan mereka dalam auranya. Jadi, kesehatan yang baik menarik dan mengembangkan lebih banyak kesehatan yang baik.

Nasma tak hanya mampu mempengaruhi jasad fisik, namun juga mampu dipengaruhi oleh badan yang sakit dan menjadi lemah karena lemahnya organ-organ. Sebagai contoh, dalam tubuh yang lemah nasma memperlihatkan gejalanya dalam aspek-aspek mental dan fisik dari seseorang. Dalam hal mental, satu dari yang berikut ini akan muncul: neurosis, depresi, histeris, psikotis, epilepsi, mimpi buruk, dan insomnia. Bila keadaan buruk ini dibiarkan berlanjut tanpa pengobatan, nasma-nya menjadi demikian lemahnya sehingga ia menjadi tak memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri dalam tubuh yang lemah tersebut. Pasien pada tahap ini biasanya menderita epilepsi, perilaku psikotik, atau perilaku yang agresif. Penyembuh spiritual dapat menguatkan organ-organ si pasien dan dengannya, nasma melalui kekuatan kemudi universal, menciptakan keadaan enerji tinggi di mana gejala-gejala penyakit menghilang.

Meditasi dan Titik Fokus Perlakuan

Dalam dunia spiritual, kesehatan yang baik memerlukan perjuangan yang intensif dari si pasien dan perubahan pribadi. Perubahan pribadi akan mengembangkan kesabaran, kepasrahan, rasa syukur, keceriaan, kesenangan, cinta kasih, berbagi, keberanian, perbuatan baik, pengenalan perbuatan baik, tradisi dan sopan santun akan meningkatkan rohani kita dan aliran enerjinya.

Kelebihan aktivitas bahkan dalam hal ini dan kurangnya pengawasan yang semestinya dan kasih sayang dari orang tua, atau dedikasi dari guru yang baik juga mungkin akan menyebabkan adanya beban yang amat berat pada pengertian seseorang. Atau, suatu kemacetan dalam kemajuan spiritual, mungkin akan menghambat pertumbuhan spiritual, dan hanya pembimbing yang memenuhi syaratlah yang dapat memecahkan rintangan seperti ini. Latihan semacam itu harus terus berlanjut hingga ia bisa mengembangkan sifat asli, perilaku positif dan aliran enerji yang sehat.

Tanpa perubahan pribadi dalam aliran enerji tubuh, seseorang kemudian menciptakan persoalan lain yang mengarah balik pada sumber penyebab penyakit awalnya. Jadi, menangani sumber penyakit merupakan titik fokus perlakuan. Pencarian ini merangsang bagian yang lebih dalam dari diri kita yang kadang-kadang dinamakan ‘diri yang lebih tinggi’ atau ‘Cahaya Ilahi’ di dalam diri kita. Keilahian yang terdapat dalam diri kita ini, bagian yang lebih dalam dari diri kita mengirimkan informasi kepada kita tentang jenis penyakit apa yang perlu diperlakukan dan jenis titik sentuh yang mana yang perlu di sentuh melalui meditasi kita. Meditasi merupakan alat yang dapat memberikan relaksasi yang mendalam, dan untuk menenangkan pikiran. Ini akan membantu untuk mengangkat stress dan karenanya menyebabkan sistem kimiawi dan hormonal dalam tubuh untuk dapat meraih kembali keseimbangannya.

Uji-uji medis telah menunjukkan bahwa terdapat perubahan-perubahan yang dapat terukur nyata dalam benda-benda yang sedang bermeditasi. Otak sendiri mengalami perubahan dalam bentuk gelombang elektrik yang terbentuk. Dengan menggunakan EEG, terdapat peningkatan pembangkitan gelombang alfa (a) dan kadang-kadang juga dalam jumlah gelombang tetta (q). Hal ini mengindikasikan suatu perubahan dalam kesadaran kedalam suatu keadaan tenang tak terganggu dalam kesadaran yang sedikit berbeda dengan tenang pada saat tidur. Keadaan seperti ini memiliki pengaruh menyembuhkan dan sangat menenangkan walau si pasien sepenuhnya sadar dan berfungsi.

Tubuh menunjukkan pengaruh-pengaruh meditasi dalam berbagai cara. Pola pernapasan melambat, begitu juga detak jantung, dan terdapat penurunan nyata dalam tingkat konsumsi oksigen dan eliminasi karbondioksida. Namun demikian, efek fisik dari meditasi berlangsung lebih lama dari pada lamanya meditasi itu sendiri. Hal ini ditunjukkan dengan fakta bahwa para penderita tekanan darah tinggi dan banyak penyakit lain, lewat meditasi saja telah membuat kemajuan klinis yang terukur di mana mereka telah mampu untuk menghentikan pengobatan. Hal ini dicatat dengan baik dalam buku-buku dan manuskrip-manuskrip penyembuhan spiritual.

Bagaimana Enerji Berhubungan dengan Penyakit

Para penyembuh spiritual melambangkan aliran kekuatan kemudi kehidupan dalam tubuh dan di alam semesta sebagai pusaran (vorteks) enerji yang terbuat dari sejumlah kerucut-kerucut spiral enerji yang berukuran lebih kecil. Dalam terminologi Islam, ini dikenal sebagai ‘lata’if’, yang berarti bentukan halus atau lapisan-lapisan. Lata’if (tunggal: latifa) adalah titik-titik masukan enerji maksimum dan merupakan titik-titik fokus keseimbangan yang amat penting di dalam sistem enerji. Penyakit muncul bila suatu latifa tak seimbang.

Lata’if dalam orang dewasa memiliki lapisan pelindung di atasnya. Dalam suatu sistem yang sehat, lata’if ini berputar dalam irama yang disesuaikan dengan yang lainnya, membuat enerji dari medan enerji universal ke dalam pusatnya untuk digunakan oleh tubuh. Masing-masing dari mereka distel ke suatu frekuensi khusus yang akan membantu tubuh agar tetap sehat. Namun, dalam sistem yang sakit, bundelan ini tak sesuai (sinkron). Enerji lata’if yang membangun bundelan-bundelan ini bisa cepat atau lambat, tiba-tiba atau tak seimbang di kedua sisinya. Adakalanya kerusakan dalam keseluruhan pola enerji dapat diamati di mana latifa kemungkinan berhenti atau terganggu baik sebagian maupun seluruhnya. Gangguan semacam ini berhubungan dengan kesalahan fungsi atau patologi jasad fisik di wilayah itu.

Menyembuhkan Melalui Meditasi dan Titik-Titik Fokus Lata’if

Rasa sakit dapat sepenuhnya disembuhkan dengan meditasi di mana dalam enerji yang tidur dari suatu tubuh yang sakit diaktifkan dengan sulutan spiritual yang dihasilkan oleh proses meditasi. Proses spiritual ini menggunakan tujuh titik fokus berbeda dalam tujuh lapisan, yakni lata’if.

Terdapat tujuh titik fokus dari lata’if. Mereka terletak di atas dan di bawah jantung, di atas dan di bawah payudara kiri, di atas dan di bawah payudara kanan, dan satu di kening. Setiap latifa memiliki warna enerji yang berbeda, dan setiap enerji memiliki efek yang berbeda pada suatu penyakit tertentu. Kedua titik fokus yang terletak di atas dan di bawah jantung berwarna hijau. Titik-titik di atas dan di bawah payudara kiri berwarna kuning, yang terletak di atas dan di bawah payudara kanan berwarna hitam, dan yang terletak di kening berwarna putih.

Melalui meditasi ketujuh titik fokus lata’if ini membangkitkan enerji. Kemudian, sebagaimana magnet, titik-titik fokus yang telah diaktifkan ini menarik enerji yang lebih banyak dari sumber enerji kosmik semesta dalam bentuk bola-bola cahaya kecil yang mengapung. Ukuran bola-bola tersebut tergantung pada latifa yang mana yang teraktifkan, karena terdapat perbedaan ukuran bola bagi setiap warna latifa yang berbeda. Tergantung pada penyakitnya, penyembuh mengaktifkan latifa yang diperlukan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Pada gilirannya, latifa itu akan menghasilkan lebih banyak warna enerji-nya yang dengan sendirinya menarik dari sumber enerji semesta lebih banyak dari warna yang sama. Hasil dari rantai umpan balik positif ini adalah berupa tumpahan bongkahan-bongkahan cahaya yang berkilau yang turun dari sumber enerji kosmik ke atas orang penyembuh tersebut.

Melalui luapan bola-bola enerji berwarna ini, penyembuh tersebut memiliki enerji hingga pada titik di mana dia memancarkan panas dari tubuhnya melalui tangannya dan memproyeksikan cahaya dari keningnya. Sebagaimana seorang ilmuwan menembakkan sinar laser, penyembuh spiritual itu mengeluarkan cahaya dan enerji yang dia terima dari kekuatan semesta. Penyembuh itu memijit daerah yang terserang dan kombinasi panas dari tangan dan cahaya dari kening ini dengan segera memulai proses penyembuhan.

Penyembuh itu juga mengharuskan agar si pasien duduk sendirian saja untuk beberapa jam setiap harinya dalam keadaan rileks total, mengulang beberapa ribu kali asma Allah dalam format khusus selama penyembuhan. Asma-asma suci ini bagaikan percikan enerji yang menyulut aliran lebih banyak dari sumber enerji semesta. Penyulutan ini juga mengaktifkan titik-titik fokus lata’if dan menyebabkan terbangkitnya panas dalam tubuh si pasien. Panas ini jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kekuatan yang luar biasa yang dipancarkan oleh penyembuhnya, namun cukup untuk menyebabkan si pasien berkeringat.

Pada saat ini, si pasien pergi kepada penyembuhnya yang memancarkan enerji yang lebih banyak seperti sebelumnya, melanjutkan penyembuhan si pasien. Sebagaimana bulan merefleksikan cahaya matahari ke bumi, begitu pulalah penyembuh itu merefleksikan enerji semesta melalui tubuhnya kepada si pasien. Hal ini menghasilkan keadaan panas yang luar biasa dan interaksi spiritual antara penyembuh itu dengan si pasien. Proses ini diulang selama beberapa hari atau bahkan minggu hingga si pasien sembuh.

Begitu dia sembuh, si pasien mulai mengalami efek psikologi dari interaksi sinergetis dinamis antara dirinya dengan si penyembuh. Dampak psikologis dari penyembuhan dan penghilangan rasa sakit ini menginduksi kelenjar endokrin untuk mengeluarkan hormon-hormon yang menyeimbangkan keseluruhan sistem dan mulai menyembuhkan organ-organ yang sakit, mengangkat si pasien ke tingkat kesehatan dan spiritualitas yang lebih tinggi dari pada yang mungkin terjadi dalam kondisi berpenyakit, dan penuh rasa sakit yang terdahulu.
Sebagaimana pasien operasi dibius, demikian pula pasien spiritual mengalami keadaan mati rasa dimana si penyembuh spiritualnya dapat bekerja dengan leluasa menemukan cara yang sesuai untuk si pasien.

Kesimpulan

Penyakit pada tempat medan enerji manapun akan mengekspresikan dirinya dalam tingkat kesadaran khusus. Masing-masing ekspresi penyakit terwujud sebagai beberapa bentuk sakit, baik itu fisik, emosional, mental, atau spiritual. Amatlah penting bagi kita untuk menggali makna yang lebih dalam dari penyakit kita. Kita perlu bertanya, “Apakah makna penyakit dan rasa sakit ini bagi kita? Apa yang dapat kita pelajari darinya?”

Rasa sakit merupakan sabuk pengaman dalam tubuh sendiri yang merupakan mekanisme pertahanan diri yang menperingatkan kita pada situasi yang sesungguhnya. Rasa sakit itu bagai lonceng peringatan dalam sistem kita yang membawa perhatian kita kepada kenyataan bahwa ada sesuatu yang salah dan memaksa kita untuk melakukan sesuatu terhadapnya. Rasa sakit itu berbicara, “Kamu tidak mendengarkan dirimu sendiri.” Rasa sakit mengajari kita untuk memita pertolongan dan penyembuhan, dan karenanya merupakan kunci pendidikan jiwa dan fungsi rohani dan enerji tubuh.

Sebuah pendekatan komprehensif terhadap penghilangan rasa sakit dan kesehatan pada umumnya yang termasuk di dalamnya penyembuhan spiritual akan sangat membantu kemajuan pengobatan moderen. Sementara beberapa volume dapat dan telah ditulis tentang penyembuhan spiritual Islam, diharapkan pengenalan singkat ini akan membantu mengangkat masalah ini menjadi perhatian masyarakat medis dan merangsang tumbuhnya apresiasi dan pengertian yang lebih baik akan tradisi dan ilmu yang kaya ini.

posted by mevlanasufi at 10:43 AM
Tuesday, March 09, 2004
Meditasi Sufi
Maulana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al-Haqqani


Dewasa ini banyak guru yang mengajarkan metode meditasi kepada kalian. Tetapi biasanya mereka tidak berdasarkan pada agama Kristen, Yahudi atau Islam, banyak orang yang berpikir bahwa meditasi merupakan metode yang diturunkan dari agama lain. Tetapi bukan itu yang menjadi masalahnya. Meditasi adalah suatu metode yang telah diberikan kepada manusia pertama, dengan wahyu pertama, kepada Rasul pertama. Apa manfaat dari meditasi dan bagaimana kita mencapai keadaan yang diinginkan? Dalam semua kitab suci, baik Taurat, Injil maupun al-Qur’an disebutkan bahwa meditasi adalah suatu metode untuk mencapai Hadirat Ilahi. Ketika kita sampai berhadapan dengan Sang Pencipta, kita akan meninggalkan segalanya. Tidak ada yang tersisa kecuali jiwa kalian. Jika Saya mencoba untuk mendatangi dan memukul kalian dengan sebilah pedang, kalian tidak akan terluka. Dalam keadaan itu, tidak ada yang dapat menyentuh kalian secara fisik, karena tubuh akan memasuki jiwa kalian. Dalam keadaan normal yang terjadi adalah kebalikannya, jiwa kita terperangkap dalam tubuh. Dalam keadaan meditasi yang sempurna, jiwa kalian menutupi tubuh dan kalian menjadi ruh. Suatu ketika ada seorang Grandsyaikh, Syaikh Abdul Qadir al-Jilani k. Ketika beliau bermeditasi, beliau terus mengucapkan, “Ana al-Haqq! (Akulah Kebenaran!)” Orang-orang di sekitarnya merasa tersengat dengan pernyataan ini sehingga mereka mulai menyerangnya dengan pedang, tetapi tidak terjadi apa-apa padanya. Mereka tidak dapat menyentuhnya.

Ketika Maulana Rumi sedang berada dalam meditasi yang sesungguhnya, beliau akan berputar dan tubuhnya terangkat ke udara. Beliau mempunyai hubungan penuh dengan Hadirat Ilahi. Menurut pengetahuan tradisional kita, meditasi mempunyai beberapa tahapan sebelum mencapai posisi puncak. Jika kalian menjaga aturan tersebut, meditasi yang sejati dapat kalian alami setiap saat. Setiap orang harus berusaha untuk tetap melaksanakan segala aturan yang berlaku dalam agamanya, yang pertama adalah memuji Tuhan sebagaimana yang diajarkan oleh Rasul kepada kita. Kemudian kita dapat duduk di tempat yang tenang, lebih baik lagi jika ruangan itu gelap, lalu tutupi dan tarik diri dari segala yang berada di sekitar kita. Kita sepatutnya tidak mendengar atau merasakan sesuatu, melainkan hanya berpikir bahwa kita sedang berada dalam satu kesatuan dengan Wujud Allah dalam Hadirat-Nya. Walaupun hanya berlangsung selama 5 menit, meditasi akan memberikan kekuatan kepada kita. Hal ini nantinya akan meningkat dan menciptakan elang perdamaian di luar merpati perdamaian. Bahkan jika seorang teroris melihat kalian, dia akan tersungkur. Dengan meditasi kalian dapat memperoleh kekuatan yang luar biasa. Jangan berpikir ini adalah sesuatu yang mudah. Ini adalah kekuatan yang paling penting yang telah dianugerahkan kepada ummat manusia.

bihurmati habib, fatihah

posted by mevlanasufi at 8:53 AM
Sunday, March 07, 2004
Kebenaran Tentang Ba’iyat
Mawlana Shaykh Muhammad Hisham Kabbani
Suhbat, 07-07-2003, Jakarta, Indonesia


Audhu billâh min ash-shaytân ir-rajîm Bismillâh ir-rahmân ir-rahîm
Nawaytul arbâ`în, nawaytul `itikâf, nawaytul khalwat, nawaytul
riyâda, nawaytus salûk, nawaytul `uzla fî hâdha al-masjid.
"`Ati-Allâha wa ati`ur-Rasûla wa ulil-amri minkum" – "Hai orang beriman! Ta’ati Allâh, dan ta’ati Rasul, dan mereka yang diberi kewenangan di antara kamu." [ QS 4:59]. Dan ta’at kepada Nabi Muhammad (s.a.w.) adalah ta’at kepada Allâh swt. Dia bersabda : man yut`i ar-rasûl faqad ata` Allâh. "Dia yang ta’at kepada Rasul, ta’at kepada Allâh" [QS 4:80]. ay wada` ar-rasûl mumathilan `anhu. yumathil rabbil `alamîn. Dia bersabda “Barangsiapa ta’at kepada Nabi sungguh ta’at kepada Allâh. Itu artinya Dia menaruh Nabi (s.a.w.) mewakili Diri Nya di Tempat Nya. Itu berarti bahwa tiada jalan untuk mendapat keta’atan kepada Allâh tanpa keta’atan kepada Nabi (s.a.w.). Itu artinya bahwa tiada pintu kepada Allâh tanpa pintu kepada Nabi (s.a.w.). Itu artinya tiada jalan untuk memasuki Surga tanpa Nabi (s.a.w.). Itu artinya bahwa tiada jalan menjadi Muslim tanpa mengatakan Muhammadu Rasûlullâh. Meskipun sekiranya engkau mengatakan lâ ilâha ill-Allâh jutaan kali, tiada jalan menjadi Muslim tanpa menyebut Muhammadun Rasûlullâh.

Maka Kebesaran apakah yang Dia berikan kepada Nabi Muhammad (s.a.w.). Busana apa yang Dia pakaikan kepada Nabi dari asma ‘ul-husna Allâh, tak seorang pun yang tahu. Jika seorang raja memiliki seorang putera, yang juga seorang putera mahkota, apa yang diperbuatnya untuk anaknya itu ? Jika sang raja mau pergi ke tempat lain, anaknya itu yang mewakilinya (menjalankan tugas sehari-hari ?). Dan sang raja tidak akan bahagia jika anaknya hanya berpakaian yang biasa-biasa saja, tetapi dia akan mendadani-nya dengan busana yang diberi dekorasi (tanda kebesaran) dan dengan berbagai medali di dadanya untuk membuatnya nampak sangat berbeda (anggun). Sehingga ketika Sang Putera Mahkota menampakkan dirinya (ke publik), wow, semua orang merasakan hormat dan kemuliaan kepada Sang Puter Mahkota.

Ini adalah (yang dilakukan) raja bagi anaknya, seorang manusia. Apapun yang diberikan raja kepada anaknya, suatu hari akan berakhir. Apakah ayahnya itu akan meninggal atau anaknya yang mungkin meninggal dan semua itu menjadi hilang. Tetapi apa yang Allâh Al Hayyu, berikan kepada Nabi (s.a.w.) tidak akan mati (hilang ?). Apa yang Allâh swt berikan kepada Sayyidina Muhammad (s.a.w.) adalah tetap hidup (abadi). Dia bersabda, inna alladhîna yubây`ûnaka innamâ yuba`yûnallâh – "Lo! Mereka yang berba’iyat kepadamu (Muhammad), berba’iyat kepada Allah. Tangan Allah berada di atas tangan mereka." [QS 48:10].

Qâla man yubâ'yaaka Yâ Muhammad, faqad bayâ`nî. Dia bersabda, "Barangsiapa memberimu ba’iyat ya Muhammad, (berarti) membuat ba’iyat kepada Ku." Itu artinya ketika para Sahabat membuat ba’iyat kepada Nabi Muhammad (s.a.w.), berarti Nabi (s.a.w.) hilang ke dalam Hadirat Ilahi. Hanya Allâh yang berada di situ. Indamâ qâla inna alladhîna yubâ`ûnaka. [Ketika Dia berkata, "Barangsiapa memberimu ba’iyat…"] Dia membuat sebuah konfirmasi tentang sesuatu. Itu adalah sebuah konfirmasi yang berarti itu harus ditunjukkan kepada orang itu. Jika mereka membuat suatu konfirmasi, mereka harus menunjukkan suatu bukti nyata (jelas, lengkap) : seperti ketika mereka membuat percobaan di laboratorium sains. Mereka harus membuat bukti lengkap apa yang telah dilakukan Allâh. fa Hûa yaqûl, inna alladhîna yubâ`ûnaka... melihat dengan bukti, bukan hanya dari kata-kata, tetapi dengan melihat haqîqat, kebenaran. Mereka yang memberimu ba’iyat mereka memberikannya kepada Allâh. Itu artinya pada saat itu, ketika para Sahabat meletakkan tangan mereka bersama Nabi (s.a.w.), mereka berada dalam Hadirat Ilahi, dia membawa mereka kepada Hadirat Ilahi, al-hadarat al-ilahiyya. Mereka berada di sana.

Para Sahabat tidak lagi melihat apa-apa, tetapi mereka berada dalam al- hadarat al-ilahiyya, mereka berada dalam hadirat Ilahi Allâh. Di dunia, jika kamu berada dihadapan seorang raja, engkau tidak lagi melihat dirimu. Wow, kamu bilang, ini adalah raja. Di Indonesia, ada seorang raja pada suatu waktu. Dua ratus juta manusia dibawah raja itu. Apa kamu ini jika dibandingkan dengan 200 juta itu ? Bukan apa-apa. Lalu apa yang kamu pikir ketika kamu berada di dalam Hadirat Raja Di Raja yang Hidup Abadi, yang menciptakan para raja ? Dia yang menciptakan mereka dan membuat mereka memerlukan makan dan minum. Itu artinya mereka juga memerlukan pergi ke kamar kecil. Dengan itu semua Dia membuat para Sahabat sampai di Hadirat Ilahi. Ketika mereka sampai di sana langsung mereka mencapai maqam al-fana'.

Fanâ'un fillâh fana'un fir-rasûl, salla-Allâhu alayhi wa sallam. Mereka tidak lagi melihat diri mereka, mereka hanya melihat Allâh swt melalui mata Nabi (s.a.w.). Itulah mengapa ketaatan mereka kepada Nabi (s.a.w.) adalah 100%. Mereka patuh kepada Nabi (s.a.w.) 100%. Ketika mereka meletakkan tangan mereka dengan Nabi (s.a.w.) untuk ba’iyat, segera setelah tangan mereka menyentuh tubuh sucinya, para Sahabat (serta merta) beradar dalam Hadirat Ilahi. Untuk alasan ini, bila kita memberi ba’iyat kepada seorang wali, serta merta ketika kita menyentuh tasngannya, dia meletakkan kita di Hadirat Nabi (s.a.w.). Itulah sebabnya ketika kita memberi ba’iyat kita katakan Allâhu Allâhu Allâhu Haqq. Walî itu meletakkan kamu di hadirat Nabi (s.a.w.) dan Nabi (s.a.w.) meletakkan kamu di Hadirat Allah, meletakkan kamu di Hadirat Ilahi untuk membakar habis kamu, untuk membakar habis ego mu, sehingga kamu tidak lagi memiliki keinginan kecuali yang diinginkan Allâh atas dirimu.

Ketika kita membaca Sûrat al-Ikhlâs, kita katakan qul Hû Allâhu âhad. [katakan :] qul ya Muhammad. Hû al-ghayb ul-mutlaq alladhee lâ yurâ. Hû. Katakan Hû yang tak dapat dilihat, Dia yang tak dapat dikenali, Dia yang tak dapat dimengerti: yaitu Allâh. Dia yang tak dapat dimengerti, Dia yang tak dapat dilkenali, Dia yang tak dapat dilihat. Yang Satu itu adalah Allâh. Jadi ketika kita mengatakan Allâhû, kita mengatakan itu dalam cara yang bertentangan (berlawanan), kita katakan Allâh Hû. Dalam Sûrat al- Ikhlâs kita katakan Hû Allâh. Yang Satu yang tak dapat dilihat adalah Allâh. Kita tahu Allâh tetapi kita tidak tahu Hû. Allâh tahu Hû. Itulah sebabnya Dia meletakkan Hû pada awalnya (dalam Surat Al Ikhlash). Dia meletakkan Hû didepan Allâh. Hû mewakili Dhâtullâh, Sang Inti. Allâh mewakili asma. Disitu ada Sang Pencipta yang tidak diketahui siapapun, satu yang disebut oleh Allâh sebagai Hû. Ketika kita melakukan ba’iyat, (kepada) Satu yang kita tahu dengan nama Allâh adalah Hû. Begitulah kiranya mereka menelusuri jejak kembali, mereka membawa kita kembali, awliyâ-ullâh kepada Hadirat Ilahi, Hû.

Jadi ketika kita mengatakan Allâh Hû mereka membawamu kepada Hadirat Ilahi. Dan ketika kamu megatakan Haqq, itu artinya kamu meng-konfirmasi bahwa sesungguhnya ruh kamu dapat melihat, namun diri kamu tidak dapat melihatnya. Dan apa yang kamu lihat hanyalah Busana (attributes) Allâh swt, Dia mendadani kamu, tanpa mengetahui Sang Inti, tidak satupun dapat mengetahui Sang Pencipta. Dan itu semua dilakukan, melalui Inna-Allâhdeena yuba`yunaka innama yuba`yunAllâh. Janganlah berpikir terdapat jalan untuk mencapai Allâh swt tanpa (melalui) Nabi (s.a.w.). Dia adalah khaliphatullâh fil ard. Bukan hanya di dunia ini saja, tetapi di seluruh penjuru alam semesta ini. Apapun yang diciptakan Allâh, Muhammadu Rasûlullâh adalah khalipha. Dia adalah wakil Allâh untuk semua ciptaan. Itulah mengapa dia (s.a.w.) mengatakan, "Âdam wa man dûnahu taht liwayî yawma al-qiyâma" – "mereka berada di bawah panji-panji (bendera) saya : mereka harus mendatangiku untuk membawa mereka ke Surga." Dia mengatakan, Anâ sayyida waladi âdama wa lâ fakhr. - "Saya adalah majikan bani Adam dan saya tidaklah berbangga." Apa pula ini, "Anâ sayyida waladi âdama?" Dan Allâh bersabda, Wa laqad karamnâ banî âdam. – "Kami memuliakan bani Adam" [QS 17:70].

Dan Allâh bersabda, Alam taraw ann Allâha sakhara lakum mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ard. - "Tidakkah engkau lihat bahwa Allah telah menaklukkan kepadamu segala sesuatu di langit dan di bumi …?" [QS 31:20] Itu berarti bagi bani Adam, segala sesuatu di langit dan di bumi adalah di bawah mereka. Maka itu berarti, karena dia adalah majikan bani Adam, dan semua berada di bawah mereka ini (bani Adam), maka itu berarti bahwa tidak ada satupun dapat berada di atas Nabi (s.a.w.)Ada malaikat yang berada di bawah perintah Nabi (s.a.w.). Ketika engkau mengambil ba’iyat dari seorang murshid, murshid haqîqî, murshid sungguh, para malaikat tadi menjadi saksi dan mereka membuat awrâd (dzikir) untuk kepentingan kamu sampai dengan Hari Pengadilan. Ketika engkau memutuskan untuk mengambil ba’iyat dari murshid sejati itu, dan tidak dari seorang yang pura-pura menjadi murshid dan bukan pula seorang yang dianggap orang sebagai murshid. Murshid sejati ini jarang, di dunia ini hanya terdapat 124,000 awliyâ-ullâh, hanya itu saja. Jika engka menemui seorang murshid haqiqi, ketika engkau memutuskan untuk mengambil ba’iyat darinya, pada saat itu, para malaikat (sejumlah yang bilangannya tidak dapat kamu bayangkan) itu dianugerahkan kepadamu untuk melayanimu. Bagaimana caranya melayani kamu? Apakah engkau berpikir ketika engkau menerima ba’iyat, engkau datang dengan baju kotor seperti itu dan tubuh kotor dan hati kotor, dalam Hadirat Nabi (s.a.w.) ?

Serta merta para malaikat itu akan merubah penampilan mu sepenuhnya seperti pada saat (kamu ditanya di alam ruh) "Alastu bi-rabbikum" dalam menerima ba’iyat dengan Shaykh dan Shaykh membawamu kehadirat Nabi (s.a.w.) dan Nabi (s.a.w.) membawamu ke dalam Hadirat Allâh swt. Jika engkau (hendak) menemui orang, engkau akan mandi sehingga tidak bau. Apakah kamu berpikir ketika orang-orang berdatangan dengan berlari untuk mengambil ba’iyat, dengan tubuh yang tidak dibersihkan dan baju kotor adalah cara yang benar untuk mengambil ba’iyat? Tidak. Haa. Segera setelah engkau mengucapkan "saya mau di- ba’iyat" bahkan dalam baju kotor dan hati kotor, segera setelah kamu datang kesitu, para malaikat itu, dengan sentuhan mereka, mereka menyiram (semprot) kamu dengan busana dan dandanan cantik ini dan pada saat itu kamu kelihhatan seperti seorang yang lain, seperti manusia berpenampilan malaikat yang memakai baju surgawi; duduk bersama murshid itu. Murshid itu juga merubah penampilannya, kepada gambaran spiritualnya, sebagaimana dia terlihat di hadapan para awliyâ dan Nabi (s.a.w.), dan membawa kamu bersama segenap para malaikat tadi dalam busana yang telah mereka berikan kepadamu, sebagaimana dikatakan dalam hadits, "mâ jalasa qawman yadhkurûnallâh illa hafathum al-mala'ika wa gashîyahum ar-rahmat wa dhakarahumullâha fî man `indah." – "Tiada akan sekelompok orang yang duduk, yang meengingat dan menyebut Allâh, kecuali para malaikat akan mengelilingi mereka, dan mereka akan diselimuti rahmat dan Allâh akan mengingat mereka diantara mereka yang berada dalam Hadirat Nya."

Ba’iyat seperti itu merubah kamu. Sehingga kamu menjadi seorang manusia tetapi memiliki kuasa malaikati surgawi – jadi ketika engkau berbaju kuasa malaikati ini, ketika engkau memasuki Hadirat Ilahi engkau tidak pingsan, engkau tidak menghilang. Karena engkau menjadi sebuah cahaya, dan sebuah sumber cahaya. Apa yang berada dalam hati awliyâ, kami tidak dapat mengatakan semuanya. Mereka tidak mengijinkan kamu mengatakan semuanya, bila tidak engkau akan tenggelam. Namun ada sebuah berita gembira bagi kita semua, bahwa dengan baraka guru murshid kita Shaykh Muhammad Nazim al-Haqqani, kita berada dalam kategori (golongan) itu. Aminn, Fatihah

posted by mevlanasufi at 11:20 PM
Friday, March 05, 2004
Pertempuran Abadi Antara Energy Surgawi & Energy Bumi.
Mawlana Syaikh Hisham Kabbani
Pertempuran Abadi Antara Energy Surgawi
Dan Energy Bumi.

Bagaimana untuk Menyeimbangkan dan
Menjaga Keselamatan diri.

Symbol ini mengungkapkan sebuah aliran berkesinambungan dari "Qudra" atau Kekuatan dalam sebuah arah melingkar ketika itu menciptakan dua kekuatan yang berlawanan dari positive dan negative, kegelapan dan cahaya, surgawi dan bumi, lelaki dan perempuan. { Binary Active 1, Passive 0}

Kedua Kekuatan ini saling inter aksi untuk menyeimbangkan masing-masing kelebihannya dan untuk membawa kepada keberadaan realitas/domain fisika dan meta-fisika. Yin dan yang mewakili semua prinsip yang bertentangan yang ditemukan di alam semesta.

• Di bawah yang { Active atau 1} adalah prinsip tentang kelakian, matahari, penciptaan, panas, cahaya, Surga/Langit, dominasi, dan sebagainya, dan
• Di bawah yin { Passive atau 0} adalah prinsip tentang keperempuanan, rembulan, selesai/akhir, dingin, gelap, bentuk materi, kepasrahan, dan sebagainya.
• Masing-masing lawan ini menciptakan lainnya:

Pentanahan di dalam diri elemen Tubuhmu adalah sebuah perubah (transformer) energi. Kamu menyerap energi electrik dari alam semesta. Kamu menyerap energi magnetik dari bumi, dan tubuhmu mencampurkan dan menggunakan dua energi ini, umumnya dalam daerah sekitar Puser dan Jantung.

Bagian bawah tubuh adalah pintu masuk untuk sejumlah banyak energi magnetik. Itu adalah sesuatu yang dapat kamu sebut sebagai energi "pentanahan ke bumi ". Dan bagian atas kepala dan bagian belakang leher kamu adalah yang biasanya menjadi pintu masuk untuk energi electrik atau "pentanahan ke langit ".

Dalam dirimulah Bumi dan Langit bertemu & bercampur Itu adalah sifat alamiah kamu untuk menyatukan dua bahan bakar” ini untuk hidupmu di planet ini.
Itulah sebabnya kamu memiliki sebuah Fisik yang Memerlukan Energi Bumi. Kamu juga memiliki sebuah Ruh yang Memerlukan Energi Langit.

Energy Bumi adalah juga sesuatu yang kami yakin kamu mengetahuinya dengan baik. Itu berat dan padat. Itu lamban, megah dan meyakinkan. Jika kamu tiduran di bumi sesaat, sambil merasakan kepadatan bumi ini, dukungan dari tanah di bawah kamu, beratnya menjadi makhluq fisik, itu adalah energi magnetik.

Terlalu banyak dari energi ini dapat membuat kamu merasa bingung, malas, terhambat, atau mengantuk.
Pancaran Surgawi Menghujani kamu. Energi Bumi datang melalui kontak dengan bumi. Kekuatan ini berbenturan dengan Abdomen (daerah lambung). Nabi s.a.w. mengingatkan kita bahwa semua penyakit berawal dari perut. {Lelaki&Perempuan }

Diatas kita mengupas Perlindungan untuk Kepala, Mulut, Tangan, dan aspek pentanahan dari Tongkat dalam Penyembuhan Sufi. Kesemuanya ini kini menunjukkan bagaimana untuk menarik energi ke dalam tubuh kamu, bagaimana untuk menyimpan energi itu dan bagaimana melepaskan energi negative yang tidak kita kehendaki.

Rahasia besar berada dalam Peranakan seprang perempuan yang disebut "Rahm" – “RaHaMeem" rahmat dan rahasia ciptaan adalah karunia Allah. Tanpanya kita tidak akan terlahir dan daur kehidupan tidak akan berlangsung terus. Melindungi titik itu, Meditasi pada titik itu dan menutupinya dengan pakaian adalah sangat penting sebagai menjaga keselamatannya.

Syaithan ingin membuat terbuka titik itu dan menarik rahasia kehidupan dari perempuan. Mereka menyantap / menyedot energi itu yang tidak mereka miliki. Selalu terhubunglah dengan mereka yang lebih shalih dari diri kita. Ini adalah pondasi thariqat kita Lakukanlah Meditasi Inti Step 1 atau Sufi Meditation Muraqabah Rabita Shareef Taffakur Next Protection Against Evilness.

posted by mevlanasufi at 11:33 PM
Thursday, March 04, 2004
Kekuatan Cincin dan Penjaga Keselamatannya.
Mawlana Syaikh Hisham Kabbani


Kekuatan Cincin dan Penjaga Keselamatannya.
Cincin yang barakah dipakai di tangan Kanan, pada jari manis. Maksud dari cincin adalah perlindungan terhadap kebencian, yang adalah sebuah kekuatan negative yang sangat kuat. Sayangnya makhluq manusia tidak mengerti hadiah energi atau yang kita sebut hidup yang dikaruniakan kepada kita. Atomic energi ini selalu mengalir ketika kita merasa baik, pihak lain yang berada dalam samudera energi kita juga akan merasa baik.

Bersama para Shalihin lah karena mereka adalah sahabat yang paling baik karena mereka akan mencerahkan kamu. Namun bila seseorang adalah negative mereka akan memancarkan negativitas kepada orang. Yang mengakibatkan banyak penyakit. Nabi Muhammad {s.a.w.} mengajarkan bahwa penggunaan cincin pada Tangan Kanan {Karena Tangan Kanan adalah Ashab al Yamin orang di Kanan mendapat Barakah, membuang Kebencian. Cincin yang dianjurkan adalah Amber atau Turquoise. Untuk lelaki perak atau besi tanpa emas. {Tangan Kiri digunakan untuk Membersihkan dan untuk kamar kecil dan kotor.}

• AMBER sebuah batu mulia electromagnetic. Itu membuka Lataif/Chakra solar plexus dan dapat membantu dalam memperkuat dan menyeimbangkan perasaan, mendapatkan kejernihan mental, dan keyakinan. Itu juga dapat digunakan untuk mensucikan atau membuang racun.}

• TURQUOISE – penyembuh umum, multi-guna, meringan kan banyak emosi negative, meningkatkan sambungan psychic, meramalkan, komunikasi, kreativitas, menyejukkan, memberi inspirasi, membuat damai dan tenang. }

posted by mevlanasufi at 11:33 PM
Wednesday, March 03, 2004
Tongkat dan memelihara keselamatan
Mawlana Syaikh Hisham Kabbani


Tongkat dan memelihara keselamatan Energi-mu. Itu adalah Mekanisme Pentanahan kamu. Mengambil dari Langit (surga) dan mengirim Negative kepada Bumi.
Dua kaki dan Sebuah tongkat seperti colokan listrik modern. Inbi adalahcara semua Utusan Ilahi.

Pentanahan

Kini kita melihat bahwa Hadirat Ilahi mengirim utusan untuk mengajarkan kitab, hukum, morals namun lebih dari itu semua bagaimana mencapai kesempurnaan untuk kembali kepada Keadaan Malaikati di mana mereka diciptakan. Kamu tentunya terbiasa dengan energy pentanahan listrik dan sifat-sifatnya, melalui pengalamanmu dengan sinar matahari. Itu adalah jenis energi yang menghangatkan, memencar, yang dapat membuat kamu merasa terbuka, puas, dan terselimuti atau tertawan.

Di sisi lain, terlalu banyak energi listrik yang masuk dapat membuat kamu melayang-layang, hilang orientasi, terbakar hangus ("tergoreng"), atau was-was dan mudah tersinggung. Terlalu banyak (atau terlalu sedikit) energi surgawi dapat membuat kamu haus akan gula.Terlalu banyak (atau terlalu sedikit) energy bumi dapat terlihat dengan sendirinya melalui haus garam.

posted by mevlanasufi at 11:33 PM
Tuesday, March 02, 2004
Membangun Energi Mu
Mawlana Syaikh Hisham Kabbani
Membangun Energi Mu & Mencoba Mempertahankannya
Part 1 Core Meditation, Muraqabah/ Sufi Meditation Series Building Energy Defending Against bad Energy Start The Spiritual Healing Please Forward This Article to Your Friends Build Energy

Shaykh al-Kamel (Petunjuk Lengkap )
Contoh Kesempurnaan Lengkap

Pandanglah Dia untuk melihat contoh mu, "Apabila Allah ingin memperagakan Diri Nya, Dia memandang pada ciptaan Nya. Perhatian pertama Nya kepada manusia karena mereka menyerupai Nya. Mereka yang paling menyerupai Nya diantara manusia itu, adalah para wali; maka Nabi s.a.w. berkata tentangnya: Mereka mengingatkan kamu akan Ilahi.'

"Kami juga menyayangkan kamu karena manusia tidak mau membuka diri mereka untuk menarik kekuatan malaikati yang dengannya mereka mencapai tahap ilmu surgawi yang adalah warisan mereka. Itulah yang membuat Kami muncul dalam bentuk kamu manusia dalam berbagai bentuk dan derajat cahaya, dalam tempat berbeda dan kepada masa yang berbeda dari kehidupan manusia, untuk mengingatkan kamu bahwa kamu telah dimuliakan dengan sebuah kekuatan malaikati dan sebuah kemiripan Ilahiah.

Pertahankan kemiripan itu ! Gunakan kekuatan malaikati itu ! Itu akan mengangkat kamu kepada tingkat gemerlap yang tanpanya Allah bersabda: Sesungguhnya, mereka yang untuknya Allah tidak menganugerahkan cahaya, mereka tidak akan mewarisi cahaya!' (24:40) dan Dia bersabda : 'Cahaya bertumpuk cahaya!' (24:35) menyatakan bahwa cahaya dari visi jantung harus dihubungkan kepada cahaya dari kekuatan malaikati, untuk memastikan keberhasilan dan petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Cahaya itu kemudian akan nampak meliputi segenap alam manusiawi seperti sebuah matahari menyingsing dan sebuah rembulan yang menyingsing meliputi segenap ciptaan, tanpa terbenam. Cahaya dari kekuatan ini, pada saat itu, akan membuat setiap diri seperti sebuah rembulan, yaitu, sebuah raga surgawi yang akan memantulkan cahaya asli bagi seluruh ciptaan. Dengan cahaya itu, dunia ini akan dilindungi, cinta akan alam akan menguasai bumi, dan setiap orang akan hidup dalam damai dan cinta, berenang dalam samudera kecantikan dan keselarasan malaikati."

7007,7 Busana Surgawi, 7 Pintu Keagungan

MAHKOTA CIPTAAN ADALAH KEPALA SUCI
Sang Pencari hendaknya menjaga karunia dari Ilahi ini. 2-Telinga untuk Mendengar dengannya, 2-Mata untuk Melihat dengannya, 2-Lubang hidung untuk Bernapas dengannya, 1-Mulut/Lidah untuk Berkata / Merasa dengannya.

Ini adalah 7-pintu yang diberkati pada ciptaan Manusia. Banyak bacaan (ayat) adalah dalam angka 7 untuk alasan ini. 5-Indera Pendengaran, Penglihatan, Peraba, Penciuman, Perasa. Jika dijaga Titik Ini adalah pintu bagi semua energi ruhaniah kamu. Jika terluka ini akan menjadi sumber semua kesengsaraan.

Penampakan adalah Buruk untuk Memperlihatkan Jauhnya Kerusakan yang menimpa Ciptaan Mulia ini.

Titik Energi pada Mahkota (Kepala), Mata adalah jendela kepada Jiwa, Hidung adalah Napas Rahmat, Telinga adalah Pintu kepada Jiwa, Mulut adalah Lidah Kebenaran.

Mahkota dari Kepala.
(Diambil dari ajaran Shaykh Hisham Al-Kabbani)

Ubun-ubun terasa lembek ketika baru dilahirkan, ini adalah sumber pancaran agung dari Cahaya dan Energi dari Ilahi . Menjaga keselamatan Titik ini untuk melindunginya terhadap energi Negative yang mencoba untuk merebut energi (Ilahiah) itu dari mu.

Perlindungan Untuk Titik ini
• Wudhu dan penutup Kepala atau peci.
• Juga sewaktu tidur usahakanlah untuk tidur
mengguna kan sebuah penutup kepala.
• Rambut panjang mengambil energi ruhaniah lelaki .
• Untuk perempuan rambut panjang meningkatkan energi
ruhaniah nya.

Al Quran Ketinggian 7:179. Banyak Jinn dan manusia dibuat untuk Neraka : Mereka memiliki jantung yang dengannya mereka tidak mengerti, mata yang dengannya mereka tidak melihat, dan telinga yang dengannya mereka tidak mendengar. Mereka seperti binatang ternak,- tidak bahkan mereka lebih sesat : karena mereka tidak peka (terhadap peringatan).

Telinga, Pintu kepada Jiwa.
1-Telinga, Pintu kepada Jiwa, merupakan Effek yang Membahayakan :

• Dekatilah Rabb mu dari Pintu ini.
• Pendengaran adalah peringkat Pertama.
• Kami mendengar Risalah itu dan kami patuh.
• Ini adalah Pintu Masuk Ilahiah kepada Jiwa. –
Kejahatan mengetahui hal ini, jadi inilah kini
pengaruh yang paling kuat.
• Suara buruk yang dipompakan kedalam telinga dan
menghalangi Pintu kepada Jiwa. Setiap orang
memiliki sebuah walkman seperti menuangkan adukan
semen menutupi pintu.
• Mencoba Menggelapkan dan Membahayakan hakekat itu.

2-Telinga : Pintu kepada Jiwa
Perlindungan untuk Telinga

• Dekati Ilahi melalui Pintu bukan melalui Jendela.
• Perlindungan untuk Pintu ini adalah agar Mendengar
kepada suara di dalam atau kata hati adalah
langkah pertama yang sangat penting menuju kepada
hakekat dalam adalah untuk mendengar makhlu
malaikati-mu menolong kamu.
• Dengarkan hanya al Quran atau Salawat. Membaca
Kitab Suci atau Pepujian bagi Nabi s.a.w.. Nada
yang mengingatkan kamu tentang Cinta dan Kesahduan.
• Cinta & Bacaan Kitab Suci adalah (bagai) bahan
bakar roket bagi jiwa.


Mata, Jendela kepada Jiwa
3-Mata: Jendela kepada Jiwa

Effek Membahayakan
• Mata adalah Keinginan untuk Dunia atau Materi.
• Pernahkah mendengar ungkapan bahwa matamu "Lapar".
• Ilahi memperlihatkan kepada kita melalui teknologi
kami.
• Jika kamu membiarkan computer mu untuk menangkap
tanpa henti penampakan/gambaran khususnya yang
negative. Hard Drive mu akan "berantakan/crash."
• Jantung mu telah menjadi berantakan dengan gambar
negative, horror, kekerasan, pornographic atau
kasar tanpa henti.
• Semua gambar disimpan dan sukar untuk dimusnah
kan. "Melupakan gambaran adalah sangat sukar "

4-Mata: Jendela kepada Jiwa
Merupakan Perlindungan untuk :

• Untuk "mengambil Dunya" atau Materialism seseorang
harus "Sering Menutup Matanya" dan Meditasi.
• Perlindungan Bukaan Ini adalah untuk Mengurangi
pengambilan gambar yang membahayakan.
• Pandanglah hanya yang Baik, baca kitab suci itu
adalah gambar/citra yang perlu diingat.
• Tutuplah Matamu terhadap Dunia Materi dan Mintalah
kepada Ilahi untuk Membuka Mata Jantung/Hati.

Lubang Hidung: Napas Ilahiah
Nafas Rahma. 5-6- Lubang hidung : Karunia Ilahiah dari Hidup dalam Napas

”Misi paling penting bagi seorang pencari dari Thariqat ini adalah untuk menjaga keselamatan napas nya, dan dia yang tidak dapat menjaga keselamatan napas, akan dikatakan tentangnya, 'dia telah menyesatkan dirinya sendiri.'"

Shah Naqshband (q) berkata, "Thariqat ini dilandasi atas napas. Jadi adalah wajib bagi semua orang untuk menjaga keselamatan napasnya dalam waktu menghirup nya dan melepaskan dan lebih jauh, mejaga keselamat an napasnya dalam jangka waktu antara menghirup dan melepaskan."

Janganlah tidak peduli tentang Karunia Hidup yang adalah "24ooo napas dalam tiap harinya ". Hidup kita di dunia adalah Satu napas lagi. Semua rencana di dunia tidak akan berubah jika itu adalah napas kita terakhir. Pujilah Hidup Ilahiah yang (berada) dalam Setiap Napas. Menghirup Hu Allah dan menghembus Hu.

Sang Jahat menginginkan untuk memenuhi saluran ini dengan rokok atau narkoba untuk menentang Karunia Ilahiah Napas.

Mulut & Lidah Kebenaran

7-Mulut/Lidah: Mawlana Bistami : dia berkata, "Untuk tiga puluh tahun, ketika saya ingin mengingat Allah dan melakukan dhikr saya biasa merncuci lidahku dan mulutku untuk mengagungkan Nya."

Lidah Kebenaran, Saluran Suci bagi Makanan dan Tenaga bagi Umat Manusia.

Itulah sebabnya Ilaha mewajibkan "Puasa ",
• Itu adalah tindakan/amal Tertinggi yang dapat
dilakukan seseorang dengan ganjaran tertinggi dari
Ilaha.
• Ketika kamu memutuskan untuk benar-benar berpuasa :
• Sucikan semua Pendengaran,
• Penglihatan ,
• Napas,
• Rabaan
• Semua "5" Indera Mu Ditundukkan kepada Rabb mu,
maka "5" Levels Uantungmu juga akan tunduk kepada
Rabb.
• Dia akan membuka bagimu dari "Lidah Kebenaran ".

Al Quran Maryam 19:50. Dan Kami menganugerahkan Rahmat Ku kepada mereka, dan Kami mengabulkan bagi mereka kemuliaan yang tinggi pada lidah kebenaran.

Hadiah Allah Tertinggi adalah Karunia Kebijaksanaan. Seseorang yang memiliki kekuatan untuk menghidupkan yang mati. Jiwa yang Mati, yang membutuhkan Haqiqat Surgawi.

Al Quran 2:269. Dia mengkaruniakan kebijaksanaan kepada siapapun yang Dia kehendaki; dan dia yang kepadanya kebijaksanaan dikaruniakan sungguh telah menerima keuntungan yang berlimpah; namun tidak seorangpun akan memahami Risalah itu kecuali mereka yang mengerti.

posted by mevlanasufi at 11:33 PM
Monday, March 01, 2004
Perlindungan bagi Mulut & Lidah
Mawlana Syaikh Hisham Kabbani

Perlindungan bagi Mulut & Lidah,
Menjaga keselamatan Mulut :

• Ini adalah sebuah Bukaan Suci, ini adalah dimana
lidah bersaksi kepada Allah Ahad.
• Lidah Kebenaran dan tenaga percakapan.
• Makan hanya Makanan yang Ditetapkan secara Ilahiah
• Menghindar dari Makanan dan Minuman yang terlarang
• Berbicara kalimat yang baik -Kebenaran
• Mengurangi Kemarahan
• Tetap menjaga Lidah terbasahi dengan Dhikrullah
atau ingatan yang esensi.
• Rahasia SIWAK (tusuk gigi) adalah kayu pentanahan
untuk membuang energi negatif dari mulut.
• Karena dia mengatakan : Wa in min shayyin illa
yusabhih bihamidiwa laakin laa tafqahoona
tasbihahum Itu artinya Segala sesuatu hadir dalam
Pepujian kepada Nya – bahkan sebuah batu karang
juga memuji Nya – dia memiliki Energi Atom.
Dampak Berbahaya

Mulut adalah Saluran untuk Energi dan Makanan untuk pemeliharaan keberadaanmu, begitu kamu makan, 32 gigi mengunyah makanan yang penuh dengan energi.

• Kemudian energi itu dibagi di antara 16 gigi
mengambil energi baik.
• 16 gigi mengambil energi jahat.
• Energi itu kemudian disebarkan ke seluruh tubuh,
khususnya dikirim ke jantung. dan lambung.
• Makanan Sampah (minuman haram), dan kata-kata
buruk, sumpah serapah, bentakan, teriakan
kemarahan adalah Racun di dalam mulut dan kemudian
dikirimkan ke seluruh tubuh.
• Menuju/menyebabkan Penyakit Jantung dan semua
penyakit pencernakan.
• Doa Nabi s.a.w.untuk Siwak di dalam Mulut " Ya
Allah lindungilah jantungku dari sifat buruk,
kemarahan dan mempersekutukan apapun dengan
Engkau." Ini adalah doa yang dia panjatkan ketika
dia menggunakan Siwak. Menunjukkan bahwa terlalu
banyak keburukan yang masuk melewati mulut.

Proses Berserah Diri akan mengembalikan manusia kepada Citra Ilahi. Ini adalah citra Kemuliaan, Cinta, Kehormatan dan Adab (yang Baik).Bahwa Energi dialirkan kepada mahkota di kepala, Itu dijaga keselamatannya dengan sebuah "Penutup". Penutup kepala Shaykhs menekankan pentingnya menutupi Ubun-Ubun dan Taj atau Topi Segitiga di bawah Kain Turban menuding kepada Langit (Surga) memperlihatkan bahwa Islam-Iman-menggiring kepada Ihsan .

Agama plus Iman = Akhlaq Mulia. Kamu dapat membayang kan sebuah hubungan energi ke dalam jantung ruhaniah dari alam semesta dari Lataif/ Chakra mahkota kamu, sambil berniat bahwa kamu berjajar/ber-resonansi dengan maksud ruh tertinggi, sementara masih terhubung dengan baik kepada dataran fisik.

Bayangkan energi dari atas , semua terfokus kepada satu titik, pada puncak Turban dan seperti sebuah cahaya laser yang mencair memasuki Lataif/Chakra Mahkota. Kamu terbungkus di dalam diri sendiri dan tersambung dengan Bumi dan (alam) fisik dan kepada sumber ruhaniah pada waktu bersamaan dalam sebuah keseimbangan harmoni dengan alam semesta . Energi yang terfokus dari Surgawi kepada Mahkota Kepala. Kain Turban adalah cabikan kuburan dari pencari untuk mengingatkan dia bahwa hidup ini hanyalah sementara dan bahwa akhirat adalah tempat tinggal yang abadi (Eternal).

Rambut di Kepala : Untuk lelaki Rambut di kepala mengecilkan kekuatan spiritual dan memperbesar kekosongan dan kebanggan seperti halnya di hutan di mana binatang jantan menghiasi dirinya untuk menarik betina. Kemanusiaan tidaklah seperti binatang, peranan ilahiah bagi Manusia adalah mengabdi Kerajaan Ilahi . Keanggunan seorang manusia terletak pada Mahkota di Kepalanya.

Jenggot : Ini adalah Kekuatan Spiritual Manusia Surgawi. Malaikat akan mengerumuni Jenggot dan mengulasi rambut itu dengan kekuatasn malaikati.

Rahasia Mulut

Dijaga keselamatannya dengan SIWAK {tusuk gigi }
Mulut adalah seperti sebuah Bukaan Suci untuk Makanan, Napas, Perkataan. Ajaran Para Nabi bahwa mengendalikan lubang/bukaan mulut adalah menjadi perhatian tertinggi dan dapat medatangkan hadiah luar biasa atau hukuman abadi. Makanan yang kita santap penuh dengan energi, gelombang radio dan radiasi electromagnetik apapun ada di atmosphere dan memancarkan (energi) dari ciptaan yang diserap ke dalam makanan yang kita santap, udara yang kita hirup.

Energi ini berkumpul di dalam mulut dan akan dicoba diserap olhe gigii dan kemudian dikirimkan ke dalam tubuh, dimana itu akan dibawa ke jantung dan ke dalam darah dan kemudian ke daerah lambung. Jika energi ini Buruk atau dikuasai energi negative, maka Penyaklit Fisik dan Spiritual terjadi. Kebencian menghancurkan gigi, energi Buruk menggelapkan dan melemahkan jantung dan meracuni tubuh.

SIWAK adalah tongkat pentanahan yang akan menarik keluar energi negative dari mulut. Jika energi negative ada dalam mulut, perkataan seseorang adalah seperti api, apabila energi positive ada dalam mulut itu seperti pemanis yang orang dapat menyadap manfa’at darinya.

Doa Nabi s.a.w. adalah " Ya Rabbi sucikanlah jantung ku dari pikiran dan tindakan buruk dan kemarahan " apabila kita menggunakan Siwak yang dibuat dari akar pohon tertentu. Di bagian belakang kita akan mendapati bahwa hadiah tertinggi dari Allah adalah Puasa". Allah memperlihatkan kepada kita bahwa Mulut ini adalah pernyataan/peragaan Ahad Nya dan Lidah yang menyanyikan Pepujian bagi Nya adalah bukaan luar biasa yang menjaga keselamatannya bagi Bukaan Tertinggi dari Jantung bersendi kepada kelestariannya

posted by mevlanasufi at 11:33 PM

Al Fatiha

 Print Halaman Ini

1 Komentar:

Anonymous Anonim mengatakan...

terima kasih Ki.. atas pencerahan ini, semoga Allah SWT senantiasa mmembimbing kita mempertebal dan menuju keilahian - Nya.

20 November 2009 02.38  

Poskan Komentar

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda